Surabaya (beritajatim.com) – Lima gol tercipta di pertandingan antara Chelsea melawan Leeds United. Chelsea mencetak tiga gol dan Leeds UNited mencetak dua gol.
Jika dilihat dari skor belaka, kita pasti membayangkan sebuah pertandingan yang seru dengan permainan yang atraktif. Sehingga, bisa menghasilkan banyak gol.
Dari statistik pertandingan pun tampak bahwa laga ini berjalan cukup ketat. Baik Chelsea maupun Leeds memiliki possesion yang cukup baik. 58% berbanding dengan 42%.
Jumlah peluang yang dicipptakan pun sama-sama banyak. Chelsea melepaskan 16 tendangan ke gawang dengan 6 diantaranya megnarah ke gawang. Sedangkan Leeds melepaskan 12 tendangan yang 5 diantaranya mengarah ke gawang Chelsea.
Di pertandingan kali ini, Chelsea kembali menunjukkan performa yang kurang meyakinkan. Lini tengah yagnkembali diisi Jorginho memang tampak lebih terorganisir. Namun, setiap kali memasuki sepertiga akhir lini pertahanan Leeds, para pemain Chelsea kembali tampak kebingungan.
Jika tidak mengirimkan umpan terobosan yang terlalu deras. Baik Mount, Havertz, dan Werner berakhir kembali mengumpan bola ke belakang. Memindah arah ke sisi lain lapangan kemudian mengirim umpan silang yang tak menemui siapa-siapa.
Sedangkan Leeds, malah tampil lebih lepas dan percaya diri. Padahal, mereka berstatus sebagai tim tandang. Beberapa kali serangan yang dikomandoi Raphinha, Harrison, dan Tyler Roberts berhasil membuat lini pertahanan Chelsea kocar-kacir.
Sisi kiri yang diisi oleh Alonso menjadi sisi yang paling sering dieksploitasi oleh para pemain Leeds. Bahkan, gol pertama mereka juga berawal dari serangan dari sisi kiri pertahanan Chelsea.
Alonso yang telat kembali dari lini serang, melakukan tackling pada Raphinha yang melakukan penetrasi di sisi kiri kotak pinalti Chelsea. Sliding tackle tersebut kemudian mengenai kaki Raphinha dan Leeds mendapatkan hadiah pinlati.
Raphinha sebagai eksekutor berhasil menuntaskan kesempatan tersebut menjadi gol. Ketinggalan di kandang sendiri, membuat Chelsea semakin aktif menyerang. Dan lebih terlihat sporadis daripada serangan yang terstruktur dengan baik.
Hasilnya, 3 menit sebelum turun minum, Chelsea berhasil menyamakan kedudukan. Umpan silang datar dari Alonso disambut tendangan keras mendatar oleh Mount yang berlari dari belakang. Membuat Meslier, kiper Leeds terdiam mati langkah melihat bola meluncur deras ke gawangnya.
Babak kedua berjalan dengan cukup ketat. Baik Chelsea maupun Leeds silih berganti melakukan serangan. Hasilnya di menit 58, Chelsea berhasil memimpin. Kali ini mereka yang ganti mendapatkan hadiah pinalti.
Bermula dari tackling Raphinha yang mengenai kaki Rudiger di dalam kotak pinalti Leeds. Eksekusi pinalti dilakukan Jorginho dengan mulus untuk membawa Chelsea memimpin.
Merasa nyaman telah memimpin laga, Chelsea kembali dibuat tertunduk. Kali ini Joe Gelhardt yang baru saja masuk menggantikan Raphinha berhasil membuat gol. Pemain berusia 19 tahun ini berhasil melakukan tap-in setelah menerima umpan silang yang dikirimkan oleh Roberts di menit 82.
Kembali kebobolan, Chelsea kemudian memasukkan Romelu Lukaku di menit ke-87. Namun, Rudiger lah yang kembali menjadi aktor. Ia kembali di jatuhkan di kotak pinalti Leeds.
Kali ini oleh Klich, gelandang bertahan Leeds. Pertandingan sudah memasuki menit ke 94, dan Chelsea kembali memimpin setelah Jorginho berhasil mengeksekusi pinalti keduanya di pertandingan kali ini. [tur/bjo]






