Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah kamu merasa menjadi satu-satunya orang yang terbangun di malam hari, kemudian mulai ‘Overthinking’ terhadap hal-hal tertentu? Jika, iya, maka jangan khawatir. Kamu tidak melakukan itu sendirian, karena penelitian telah menunjukkan bahwa 73% orang berusia 25 hingga 35 tahun juga melakukan ‘Overthinking’.
‘Overthinking’ bisa muncul sebagai perenungan atas peristiwa masa lalu yang berpola negatif. Meskipun kamu bukan satu-satunya namun tetap saja bahwa ‘overthinking’ adalah hal yang sia-sia dan cenderung merugikan kesehatan mental kita. Jika kamu ingin berfokus ke masa depan alih-alih terjebak dalam bingkai masa lalu, simak cara positif berikut ini agar kamu tidak lagi merasa ‘overthinking’.
Apa Penyebab Overthinking?
‘Overthinking’ bukanlah penyakit mental, namun pembahasannya terkait dengan kondisi seperti depresi, kecemasan, gangguan makan dan efek samping zat tertentu. Misalnya ‘overthinking’ dapat terjadi pada orang yang menderita sakit kronis, selama sakit orang tersebut akan membentuk pikiran negatif tentang sakit yang dialaminya.
Terkadang perasaan yang terlalu khawatir terhadap sesuatu dan ‘overthinking’ dapat menipu otak tidak melakukan hal-hal yang produktif. Mereka akan takut melakukan sesuatu karena terlalu banyak memikirkan hal-hal yang negatif terkait dengannya.
Lalu bagaimana caranya berhenti ‘overthinking’?
1. Terima atau tolak pikiran overthinking
Otak terus-menerus memproses semua jenis pikiran. Mengutip dari Healthline, otak kita bisa menawarkan pikiran lain, namun tergantung apakah kita mau menerimanya atau menolaknya.
Kita tidak harus menganggap setiap kekhawatiran yang muncul di kepala sebagai sebuah kebenaran. Faktanya, kita dapat menggunakan saat-saat ‘overthinking’ untuk memikirkan fakta mana yang benar, sehingga otak bisa membangun kepercayaan diri hingga mencari solusi.
2. Latihlah otak kita untuk memecahkan masalah
Ketika otak sedang istirahat (tidak memikirkan hal yang berat) bagian dalam otak yang menyala adalah area pemecahan masalah yang berkaitan dengan pemikiran referensi diri. Hal ini berarti kita harus melatih otak untuk bisa melakukan pemecahan masalah, dengan mengontrol diri dan berpikiran positif, terutama ketika waktu sebelum tidur.
3. Belajar memfokuskan pemikiran
Pelatihan untuk memusatkan fokus perhatian pada satu hal tertentu adalah teknik meditasi, yang dapat bermanfaat bagi orang-orang dengan gangguan kecemasan dan depresi. Cara termudah untuk mempraktikkannya adalah dengan fokus pada sesuatu yang benar-benar biasa dan rutin, seperti mencuci piring atau melipat pakaian. Pemikiran yang fokus dapat membantu menenangkan pikiran yang membuat kita ‘overthinking’.
4. Lakukan Brain Dump
Membuat jurnal adalah salah satu cara yang dapat membantu untuk mengeluarkan pikiran dari kepala sehingga tidak terlalu membebani otak. Setidaknya kamu bisa memulai dengan menuliskan daftar tugas atau jadwal di hari esok. Kamu dapat melakukannya di mana saja, dari selembar kertas hingga aplikasi catatan di ponsel Anda.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
5. Tenangkan pikiran dengan menikmati alam
Di mana pun kita berada, udara segar dapat memberikan banyak manfaat bagi pikiran. Jika kamu bisa keluar rumah dan menikmati alam, maka manfaat kan saat-saat itu untuk menjernihkan pikiran. Hasil studi yang dikutip Healthline, menunjukkan setidaknya berjalan kaki sekitar 90 menit di lingkungan yang dipenuhi dengan belaian alam dapat menurunkan kecenderungan seseorang untuk ‘overthinking’.
Respon ini sebagian besar berkaitan dengan suasana kurangnya kebisingan dan gangguan yang diberikan alam. Serta kemampuan bagi beberapa orang untuk menjernihkan pikiran negatif mereka dan menghargai sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri di lingkungan mereka.
Lalu, kapan tepatnya orang yang ‘overthinking’ harus ke dokter?
Overthinking bisa lebih berbahaya untuk beberapa orang. Jika ‘overthinking’ yang kamu lakukan sudah di taraf yang sangat mengganggu dan sulit untuk dihilangkan, maka di tahap inilah para psikolog menyarankan untuk meminta bantuan kepada seorang profesional kesehatan mental.
Itulah pembahasan mengenai ‘overthinking’ yang mudah menyerang anak-anak muda serta cara agar terhindar darinya. (Kai/ian)






