Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 5.300 anak usia dini dari 190 lembaga Raudlatul Athfal (RA) di Kabupaten Mojokerto diajarkan praktek pelaksanaan ibadah haji. Acara yang digelar di Stadion Gajah Mada ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta kepada agama islam dengan cara memperkenalkan rukun islam yang kelima yaitu ibadah haji sejak dini.
Ribuan anak usia dini tersebut diajarkan proses pelaksanaan haji mulai dari niat, dilanjutkan dengan talbiyah, mengenalkan perjalanan ke arafah, wukuf, melempar jumroh, pelaksanaan tawaf mengelilingi ka’bah, sai, ditutup dengan tahlul. Kegiatan Gebyar Manasik Haji Cilik itu buah program Ikatan dari Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati berharap praktek haji anak usia dini tersebut bisa dikenang masuk dalam memorinya dan menjadi bekal manfaat dalam melaksanakan ibadah haji. “Mudah-mudahan hari ini mereka betul-betul terpratek dan senang gembira melakukan praktek-praktek ibadah fisik pada ibadah haji,” ungkapnya, Rabu (21/9/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”manasik-haji”]
Ribuan anak usia dini tersebut dikenalkan mulai dari pakaian yang dikenakan, niat sampai dengan praktek yang lain. Bupati berdoa semua yang mengikuti HCG tersebut suatu saat bisa betul-betul melaksanakan ibadah haji dan pulang ke Indonesia dengan predikat haji mabrur.
“Tentu saya sebagai Bunda Paud Kabupaten Mojokerto mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya penghargaan yang setinggi-tingginya. Karena kegiatan GHC ini tidak terlepas dari peran guru yang hebat. Guru tersebut adalah orang orang yang terpilih, orang yang diberi hidayah oleh Allah SWT,” katanya.
Yakni untuk bisa memberikan perhatian mendidik dan mengasuh anak anak usia dini di kabupaten Mojokerto. Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto juga meyakini bahwa Allah SWT memberikan hidayah dan kesempatan untuk orang yang tepat dan nasib generasi penerus bangsa ini berada di tangan guru.
Sementara itu, Ketua Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Barozi juga berharap pengenalan haji pada anak usia dini tersebut akan membekas sepanjang hayat dengan melaksanakan praktek ibadah haji. “Mudah-mudahan anak-anak semua ini nanti berkesempatan ziarah ke makam Rasulullah SAW dan berkesempatan melaksanakan ibadah haji dengan sempurna,” harapnya.
Manasik haji cilik itu juga dihadiri Kasi Pelaksanaan Haji dan Umroh (PHU) Zainut Taman, Forkopimca Mojosari, Kepala Desa Jotangan, Kepala Desa Randubangu, Kepala Desa Pekukuhan, Pengawas RA Se-Kabupaten Mojokerto, Ketua IGRA, Ketua IGTKI, Ketua Himpaudi, Ketua HP3, Ketua PGTKN Kabupaten Mojokerto, Ketua IGTK Muslimat, Banser Mojosari dan Wali murid RA Se-Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]






