Gresik (beritajatim.com) – Sebanyak 462 mahasiswa baru (maba) Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) tengah mengikuti rangkaian acara masa orientasi kampus di lokasi eks Pabrik Semen Gresik.
Selama periode satu minggu, para mahasiswa baru tersebut mengikuti program Masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (MKKMB) tahun 2023. Dalam acara ini, mereka wajib menggunakan helm keselamatan sebagai tindakan pencegahan.
Selain memahami sejarah berdirinya universitas, para mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sistem perkuliahan, organisasi mahasiswa, dan berbagai program penunjang karir yang tersedia di UISI.
Prof. Herman Sasongko, Rektor UISI, menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 2014, UISI selalu berkomitmen untuk melengkapi masa orientasi mahasiswa baru dengan berbagai kegiatan positif, termasuk pengembangan keterampilan yang relevan dengan dunia industri.
“Sejak awal kami menyelenggarakan perkuliahan, UISI selalu berusaha untuk melibatkan mahasiswa dalam kegiatan yang bermanfaat untuk pengembangan keterampilan industri dan karir,” ujar Prof. Herman Sasongko, Selasa (12/9/2023).
BACA JUGA:
Sekolah di Gresik Disatroni Maling, 8 Unit Laptop Raib
Ia juga menambahkan bahwa tujuan dari MKKMB ini adalah untuk membantu mahasiswa memahami sistem perkuliahan dan memberikan motivasi agar mereka dapat menghadapi perkuliahan dengan sukses.
“Selama masa orientasi ini, mahasiswa juga diajak untuk mengenal lingkungan di sekitar eks pabrik semen serta memahami fasilitas-fasilitas yang ada, termasuk informasi penting seperti jadwal perkuliahan,” tambahnya.
Prof. Herman, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor ITS Surabaya, mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, universitas swasta yang dikelola oleh Semen Indonesia Foundation mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penerimaan mahasiswa baru.
“Selama dua tahun masa pandemi, UISI menerima sekitar 200 mahasiswa baru. Namun, pada tahun ini, jumlah tersebut meningkat drastis menjadi 500 mahasiswa baru,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Gresik United Datangkan Mantan Bek Tengah Persebaya
MKKMB angkatan ke-11, lanjut Prof. Herman, diikuti oleh 462 mahasiswa baru dari total 500 penerimaan mahasiswa baru tahun ini. Melalui program ini, diharapkan mahasiswa dapat dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus.
“Adapun sisanya, sebanyak 30 calon mahasiswa masih menunggu konfirmasi beasiswa KIP dari Komisi X DPR RI. Mereka yang tidak dapat mengikuti MKKMB tahun ini akan diberikan kesempatan untuk bergabung tahun depan,” pungkasnya. [dny/beq]






