Ponorogo (beritajatim.com) – Tangis haru bahagia mengiringi kepulangan 193 jemaah haji asal Kabupaten Ponorogo pada Selasa (19/7) malam.
Keluarga jemaah haji tak henti-hentinya melantunkan sholawat saat menunggu kedatangan para jemaah di jalan sekitar kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo di Jalan Ir. Juanda.
Ya, penjemputan jemaah haji yang sebelumnya direncanakan di Pendopo Agung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, akhirnya diganti di kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo. Sebab, komplek Pendopo Agung bakal digunakan untuk kegiatan Khotmil Quran Rebu pahing.
“Alhamdulillah, jemaah haji seluruh Ponorogo dapat melakukan seluruh rangkaian, syarat, rukun dan wajib bahkan sunahnya berhaji,” kata Kepala kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo, Moh. Nurul Huda, Rabu (20/7/2022).
Huda menceritakan jemaah haji Kabupaten Ponorogo berangkat ke tanah suci pada tanggal 7 Juni 2022 lalu, dan pulang sampai Ponorogo tanggal 19 Juli 2022. Total ada 42 hari, para jemaah berada di tanah suci Saudi Arabia.
“Selama 42 hari, kita berada di tanah suci,” ungkap Nurul Huda.
[berita-terkait number=”4″ tag=”haji-ponorogo”]
Huda mengungkapkan, seluruh jemaah haji Kabupaten Ponorogo yang merupakan haji reguler ini, menurut Ia merupakan haji plus plus plus. Alasannya, pertama tahun ini bisa berangkat ke tanah suci. Kemudian bisa wukuf di hari jumat, dan itu bisa disebut haji akbar. Yang tak kalah pentingnya, fasilitas dan pelayanan di sana, serasa pelayanan bintang lima.
“Fasilitas baik hotel, di Arofah, Musdalifah serasa berada di hotel bintang lima, luarbiasa tahun ini,” katanya.

Jemaah haji asal Ponorogo yang dulu berangkat ke tanah suci sebanyak 194 orang. Tadi malam, pada waktu kepulangan, panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) dari Ponorogo melaporkan yang pulang ke Indonesia sebanyak 193 orang. Masih ada satu jemaah haji lagi asal Ponorogo yang berada di tanah suci. Satu jemaah ini tertunda kepulangannya ke Indonesia, dikarenakan masih sakit dan masih dirawat disana.
“Saat sampai di Jeddah mau pulang, satu jemaah asal Ponorogo dengan nama ibu Hj. Sainem sakit hipoksia. Sehingga masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi,” pungkasnya. (end/ted)






