Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebanyak 410 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026 di Kabupaten Banyuwangi melalui Operasi Ketupat Semeru. Ratusan petugas tersebut disiagakan di sejumlah titik strategis guna memastikan perjalanan pemudik serta aktivitas masyarakat selama Lebaran berlangsung aman dan lancar.
Personel pengamanan terdiri dari unsur Polresta Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, Pangkalan TNI AL, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta berbagai instansi terkait lainnya yang terlibat dalam operasi terpadu pengamanan Lebaran.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru di halaman Mapolresta Banyuwangi menjelaskan, ratusan personel tersebut ditempatkan di 10 pos pengamanan strategis yang tersebar di sejumlah wilayah.
Selain di pos pengamanan, petugas juga akan disiagakan di berbagai objek vital yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas selama Lebaran, mulai dari masjid, pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, bandara, stasiun, hingga kawasan Pelabuhan Ketapang yang menjadi jalur utama penyeberangan Jawa–Bali.
“Operasi ini tidak hanya fokus pada arus mudik, tetapi seluruh aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan perayaan Idulfitri. Kami ingin memastikan semuanya berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Kapolresta juga menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan patroli rutin, khususnya pada jam-jam rawan serta di titik yang berpotensi terjadi tindak kriminalitas selama periode mudik dan libur Lebaran.
Selain itu, petugas diminta melakukan pendataan rumah-rumah kosong yang ditinggal pemiliknya mudik ke kampung halaman. Kepolisian juga membuka layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang ingin meninggalkan kendaraannya saat bepergian.
“Sesuai instruksi Bapak Kapolri, kami wajib memastikan masyarakat yang bepergian saat Lebaran merasa aman dan nyaman, baik selama perjalanan maupun saat meninggalkan rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono yang turut hadir dalam apel gelar pasukan tersebut menyampaikan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap upaya pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri.
Pemerintah daerah, kata Mujiono, telah menyiagakan pos pelayanan kesehatan serta pos pengamanan di sejumlah titik strategis, termasuk di kawasan Pelabuhan Ketapang yang menjadi salah satu simpul transportasi penting di Banyuwangi.
Selain itu, ribuan tenaga kesehatan juga disiapkan untuk memberikan layanan medis kepada para pemudik yang melintas maupun masyarakat yang beraktivitas selama masa libur Lebaran.
“Kami pastikan layanan kesehatan siaga di jalur utama, pusat keramaian, dan kawasan wisata. Harapannya masyarakat bisa mudik dan berlibur dengan aman dan nyaman,” kata Mujiono.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil operasi cipta kondisi yang dilakukan menjelang Lebaran. Barang bukti tersebut berasal dari berbagai kasus yang berhasil diungkap aparat kepolisian, mulai dari perjudian, narkotika, peredaran minuman keras, praktik premanisme, hingga prostitusi. [alr/beq]






