Ponorogo (beritajatim.com) – Hanya 41 orang yang mendapatkan surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk formasi tenaga teknis. Padahal, tahun lalu formasi untuk tenaga teknis ini dibuka 81 lowongan. Itu artinya, ada sekitar 50 persen lowongan PPPK tenaga teknis itu terisi.
“Dari 81 formasi untuk tenaga teknis, hanya ada 41 formasi yang terisi dalam rekrutmen PPPK tahun 2022 lalu yang SK-nya diserahkan kemarin (28/7/2023) bersama PPPK guru,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, Andi Susetyo, Jumat (28/7/2023).
Sebenarnya 81 formasi untuk tenaga teknis di lingkup Pemkab Ponorogo itu, dulu yang daftar dan berhak mengikuti Computer Assited Test (CAT) ada 285 peserta seleksi. Namun, hanya 41 formasi yang terpenuhi atau terisi.
“Dulu itu peserta seleksi yang mengikuti tes CAT 285 orang. Namun, yang akhirnya lolos dan akhirnya mendapatkan SK PPPK tenaga teknis hanya 41 orang,” katanya.
BACA JUGA:
Tak Ikuti CAT, 24 Peserta Seleksi PPPK Ponorogo Gugur
Sehingga ada 40 formasi tenaga teknis, yang peserta seleksinya tidak ada yang memenuhi syarat. Berdasarkan informasi peserta seleksi yang gagal tes, kata Andi bobot soalnya terlalu sulit untuk mereka.
Selain itu, tidak ada nilai tambah untuk afirmasi pengabdian. Dia mencontohkan tenaga honorer yang sudah bekerja jangka waktu tertentu di organisasi perangkat Daerah ( OPD) terkait.
“Sehingga nilainya itu benar-benar murni dari hasil CAT, seperti tes CPNS,” ungkap mantan Kepala Dinas Pertanian itu.
BACA JUGA:
Calo PPPK Ponorogo Berusaha Tipu Penyuluh Swadaya di 4 Kecamatan
Paling banyak yang tidak terisi yakni paramedic veterineer atau mantri hewan di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan). Dari 15 formasi yang ada, hanya terisi 1 orang saja. Menurut Andy, keadaan itu tidak hanya terjadi di Kabupaten Ponorogo. Namun, hampir 30 persen daerah yang menggelar seleksi PPPK tenaga teknis juga hanya terisi 50 persen saja.
“Keadaan ini juga membuat Pak Menpan RB meminta untuk dilakukan evaluasi materi soalnya, hingga ada penurunan passing grade,” tutup Andy, sembari bilang bahwa kekosongan formasi tenaga teknis itu, akan diusulkan lagi pada tahun 2023 ini. [end/beq]






