Gresik (beritajatim.com) – 30 kios terdampak pelebaran Jalan Manyar Gresik belum dibongkar. Saat ini, baru 120 dari total 199 kios yang selesai dibongkar.
Sedangkan kios yang belum selesai maupun belum sama sekali dibongkar diselesaikan dalam waktu dekat. Ini mengingat mengingat pemenang lelang pelebaran jalan itu telah diumumkan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN).
Camat Manyar, Zainul Arifin menuturkan, pembongkaran kios ini masuk tahap ketiga. Sebelumnya telah dilakukan sterilisasi.
“Sisa bangunan yang belum dibongkar segera kami tuntaskan secepatnya. Terlebih lagi, pengguna kios itu mayoritas bukan warga Kecamatan Manyar,” tuturnya, Rabu (15/2/2023).
Ia menambahkan, nantinya tidak semua kios akan masuk ke tempat relokasi. Sebab, ada banyak kios lama yang ternyata dimiliki hanya satu nama.
“Di kios lama itu ada satu nama punya lebih dari satu kios,” imbuhnya.
Zainul mengatakan, saat ini sudah berdiri sebanyak empat blok di tempat relokasi namun belum ditempati. Proses penempatan kios akan berjalan ketika pekerjaan pelebaran jalan dimulai.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gresik”]
Sesuai rencana. tahun ini pihaknya akan menambah satu blok lagi. Nantinya, tempat relokasi akan dibuat sentra pedagang.
“Jadi nanti ada lima blok di sana,” katanya.
Sebelumnya, terang Zainul, pemerintah daerah juga memberikan penawaran kepada pedagang yang terkena imbas pelebaran jalan tersebut. Mereka yang mau direlokasi mendapat ganti rugi sebesar Rp2 juta sedangkan yang memilih cari tempat baru diberikan Rp7,5 juta.
“Kami berharap pembangunan pelebaran jalan ini tidak kendala dan berjalan sesuai schedule,” ungkapnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Jatim, Sentot Wijayanto menyatakan, saat ini lelang untuk pekerjaan konstruksi sudah selesai dilakukan. Tetapi, pekerjaan belum bisa dimulai karena masih perlu survei lapangan soal lahan.
“Perlu kami survei dulu kesiapan lahannya sebelum dilakukan pembangunan,” pungkasnya. [dny/beq]






