Surabaya (beritajatim.com) – Pihak Pengembang Proyek Box Culvert siap bertanggung jawab atas runtuhnya 3 toko di Jalan Kapasari, Kota Surabaya. Perlu diketahui, 3 toko di Jalan Kapasari ambruk saat pengerjaan proyek saluran air, Senin (04/09/2023) dini hari.
Supervisor PT Diatasa Edwin Kurniawan membenarkan proyek saluran air itu milik Pemkot Surabaya dan pihaknya yang mengerjakan. Atas kejadian ini, Edwin telah berkoordinasi dengan atasan dan bersedia bertanggung jawab menggarap pembangunan bangunan rumah yang roboh.
“Kontraktor bertanggung jawab pembangunan kembali rumah. Kita buatkan pondasi, Ini masih dibersihkan lokasinya,” ujarnya saat ditemui Beritajatim.com di Kantor Kelurahan Kapasari, Selasa (05/09/2023).
Tiga bangunan toko yang roboh itu disebut sebagai rumah sederhana karena tidak mempunyai pondasi. Perkiraan Edwin, butuh dana hingga Rp 165 Juta untuk membangun kembali tiga toko yang ambruk ini. Terkait dengan proyek pengerjaan saluran air, Edwin menyebut bahwa seharusnya selesai pada 6 September 2023. Namun, karena peristiwa ambruknya bangunan ini membuat pengerjaan akan molor.
“Total perkiraan Rp 165 juta. Estimasi selesai membangun rumahnya 1 bulan kami tidak mau berlama-lama. Untuk proyek bulan juga kami target tidak sampai sebulan. Nantinya alat dialokasikan bantu pembangunan rumah selama 3 hari,” katanya.
Sementara itu, Staf Bidang Jalan dan Bangunan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Anang Budi Santoso pihaknya telah menghitung batas aman untuk pengerjaan proyek. Penggalian dilakukan dengan mengambil jarak 50 sentimeter dari toko. Pihaknya menduga struktur bangunan yang rapuh dan tidak memiliki pondasi menjadi penyebab 3 toko di Kapasari itu roboh.
“Kalau sesuai perencanaan jarak 50 sentimeter karena kalau jarak 30 sentimeter ada utilitas dan merapat ke rumah warga. Diketahui bangunan yang ambruk tidak ada pondasi, cuma bata, semi permanen,” katanya.
BACA JUGA:
Tiga Toko Kapasari Surabaya Ambruk saat Pengerjaan Saluran
Lurah Kapasari, Ridzotullahmad Nurchakim mengatakan pihaknya akan mengawal hasil mediasi yang sudah dilakukan hari ini terkait robohnya 3 toko di Kapasari. Selain membahas pihak pengembang yang bertanggung jawab, para pedagang juga mengajukan permohonan lain terkait keberlangsungan aktivitas berdagang mereka yang terhenti sementara waktu.
Menurutnya, pihak kelurahan siap membantu proses relokasi tempat berdagang para pedagang terdampak robohnya kios tersebut dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Surabaya.
“Melalui berkoordinasi dinas terkait untuk relokasi tempat jualan sementara di sekitar situ, kebetulan sektor perdagangan di sekitaran lokasi juga sudah penuh,” katanya. [ang/but]






