Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 10.016 peserta tercatat memperebutkan 50 persen kuota mahasiswa baru jalur Ujian Masuk-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang). Ujian ini berlangsung sejak Senin (29/5/2023) hingga Kamis (8/6/2023).
Menyikapi kuota penerimaan melalui jalur UM-PTKIN, Prof. Zainuddin menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 50 persen kursi yang tersedia. Namun, meskipun minat pendaftar tinggi, UIN Maliki Malang tidak dapat menerima lebih dari 5.000 peserta. Keputusan ini disesuaikan dengan kapasitas ma’had yang ada.
“Total peserta yang mengikuti Sistem Seleksi Elektronik (SSE) di panlok UIN Malang berjumlah 3.060 orang. Peminat UIN Malang sebanyak 10.016. Jadi peminatnya selalu bertambah tapi kan di UIN kapasitasnya ma’had itu tidak bisa menerima lebih dari 5,000. Insya Allah tahun depan pembangunan Ma’had sudah selesai. Fakultas Kedokteran dan Saintek bulan Juni dua ma’had dan masjid selesai, jadi nanti bisa menambah jumlah mahasiswa,” ujar Prof Zain.
Fasilitas yang disediakan panitia lokal UIN Malang berupa 20 perangkat teknologi informasi dari total 14 ruangan dengan jumlah 257 peserta tiap sesinya. Rektor menginformasikan bahwa ma’had baru berkapasitas sekitar 4.000 orang.
Baca Juga:
Ketua Rumah Jurnal UIN Malang: AI Mengkhawatirkan
“Alhamdulillah kegiatan UM-PTKIN hari pertama ini berjalan lancar. Tadi sudah masuk ke ruangan. Terbukti tidak ada kendala apapun berjalan lancar, tertib, dan aman,” jelas Rektor.

Terkait masalah kehadiran, jelas Prof Zainuddin, biasa peserta terkendala karena sakit. Kemudian juga karena peserta beberapa tidak lagi berminat.
“Nanti akan kita lihat berita acaranya itu, mereka tidak ikut hadir kenapa. Pelaksanaan ujian di UIN Malang, sejauh ini hampir tidak pernah terjadi kecurangan,” jelasnya.
“Kalaupun ada ada kecurangan sifatnya tidak begitu mendasar sehingga bisa diatasi. Keterlambatan terkadang ada tapi kita masih beri toleransi waktu tapi selesainya harus tetap sesuai dengan jadwal yang ditentukan” pungkas Rektor UIN Malang. [dan/beq]






