Jember (beritajatim.com) – Sebanyak 25 persen dari 50 calon legislator DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) termasuk dalam generasi milenial, yang berusia 21-30 tahun.
“Kami ingin renegerasi kepemimpinan negeri ini. Selama ini pada era reformasi, pejuang-pejuang reformasi (sudah berjuang) hampir 25 tahun. Saatnya generasi muda melanjutkan,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah PKS Jember Sudianto, usai mendaftarkan caleg DPRD Jember ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Jumat (12/5/2023).
Selain dari kalangan milenial, lima puluh caleg PKS memiliki berbagai macam latar belakang ekonomi, mulai dari pelaku perekonomian, pesantren. Menurut Sudianto, dalam Pemilihan Umum 2024, PKS ingin kaum milenial belajar berkontribusi dalam pesta demokrasi.
PKS sengaja memperbanyak caleg dari kalangan milenial karena menyesuaikan diri dengan bonus demografi Indonesia. Menurut Sudianto, pemilih pemula yang berusia 17-24 tahun yang menjadi sasaran perebutan suara partai politik.
“Mereka bukan hanya vote getter, tapi bagaimana ada di antara mereka yang tampil. Mereka belajar walau berusia 21 tahun, dan tahun depan baru dua kali mengikuti pemilu. Insyaallah mereka sudah membawa aspirasi kaum muda,” kata Sudianto.
“Target kami 10 kursi DPRD Jember. Dari tujuh daerah pemilihan, ada daerah pemilihan yang jadi perhatian khusus karena diyakini mampu menyumbangkan dua kursi. Kami akan berikhtiar, masih ada waktu sekitar delapan bulan untuk memastikan di setiap daerah pemilihan itu bisa menyumbang minimal dua kursi,” katanya.
Sementara itu, Abdul Rohim, caleg PKS berusia 21 tahun dari Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, menyatakan keinginannya untuk menampung dan melaksanakan aspirasi masyarakat. “Saya lulusan SMA Negeri 1 Jenggawah. Ada dorongan dari orang tua. Tapi orang tua saya tidak masuk partai politik,” katanya.
Dunia elektoral bukan hal asing bagi Rohim. “Saya dulu pernah mencalonkan diri menjadi kepala Desa Kesilir. Gagal tapi terkendala usia. Saya waktu itu berusia 19 tahun,” katanya.
Rohim berjanji akan memperjuangkan perbaikan infrastruktur jalan dan keluhan masyarakat. “Yang utama jalan,” katanya.
Bagaimana dengan masalah pembiayaan? “Insyaalah, orang tua siap,” kata Rohim.
Khusnul Khotimah, caleg berusia 22 tahun dari Desa Sumberkalong, Kecamatan Kalisat, mengaku belum siap mencalonkan diri menjadi legislator. “Tapi saya ada dorongan dari orang tua dan anggota partai. Orang tua saya pengurus Dewan Pengurus Cabang PKS,” katanya. [wir]






