Nganjuk (beritajatim.com) – Gerakan Santri Ndeso (GSN) kembali menggelar konsolidasi dan deklarasi mendukung calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Jika sebelumnya di Blitar, Jawa Timur, kini berlangsung di Kabupaten Nganjuk.
Didahului dengan istighosah, deklarasi dukungan terhadap Prabowo – Gibran berlangsung di Ponpes Darul Falah, Bendungan , Berbek Kabupaten Nganjuk, pada Kamis (4/1/2024). Kegiatan dihadiri oleh tokoh Kab/Kota dari wilayah Nganjuk, Jombang Bojonegoro dan Madiun.
Kemudian ada 180 Koordinator Kecamatan dan 25 Pengasuh Pondok Pesantren turut hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan istighosah dipimpin oleh KH Ali Murtadlo, hadir pula koordinator pusat GSN HA. Riyadh Yhudana dan juga pembina GSN KH Iffatul Lathoif atau yang biasa dipanggil Gus Thoif dari Ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri yang sekaligus wakil Ketua JAGA NUSANTARA, Jaringan Gawagis Nusantara.
“Kurang lebih 25 pengasuh pesantren, koordinator mataraman, koordinator kota /kabupaten di wilayah Madiun, Nganjuk, Bojonegoro dan 180 tokoh kecamatan hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan digelar dalam rangka merapatkan barisan untuk berikhtiar dhohir bathin memenangkan capres Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran Raka Bumingraka , Insya Allah satu putaran,” kata Koordinator Pusat Gerakan Santri Ndeso (GSN) H. Riyadh Yudhana.
Gerakan Santri Ndeso (GSN) adalah komunitas yang terdiri dari kiai muda pengasuh pondok pesantren, kiai thoriqoh dan aktifis muda NU.
“Insya Allah yang hadir disini telah berikrar siap untuk terus bergerak mengkampanyekan pasangan 02 ditingkat bawah, masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten/Kota Madiun, Nganjuk, Bojonegoro dan Jombang ,” ungkapnya.

Mereka yang lahir dengan originalitas sebagai keluarga besar santri tentu mempunyai kesamaan cita-cita bersama dalam rangka mengisi dan menghias Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan pikiran, gagasan, serta gerakan. Sebagaimana peran aktif pesantren dan santri baik sebelum dan sesudah kemerdekaan, yang akan selalu melahirkan insan yang tidak hanya “pinter” tapi juga ‘bener’ dan juga tempat tumbuh kembangnya jiwa-jiwa yang nasionalis dan religius.
“Presiden Joko Widodo dengan kepemimpinan dua periode ini secara umum terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi serta percepatan pembangunan insfrastruktur yang luar biasa, yang tentunya berdampak bagi kesejahteraan rakyat. Ditambah komitmen serta keberpihakan Pemerintah untuk terus memberikan perhatian dan dorongan lebih kepada pondok pesantren untuk dapat melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia yang memiliki kemampuan tinggi, dan yang bisa berkompetisi dengan negara lain perlu diapresiasiakan. Dan sebagai puncak komitmen itu dengan ditandai 22 Oktober 2015 lalu, Presiden Joko Widodo telah secara resmi menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Santri Nasional,” jelas H. Riyadh Yudhana.
Masih kata H. Riyadh Yudhana , mengingat perlunya keberlangsungan meneruskan program kepemimpinan nasional, maka bagi Gerakan Santri Ndeso (GSN) menganggap perlu figur sosok pemimpin yang bisa melanjutkan tongkat estafet Presiden Joko Widodo.
“Kemudian permufakatan, komitmen, serta pertanggungjawaban dalam semangat kebangsaan dan keumatan, Gerakan Santri Ndeso (GSN) memutuskan sikap memilih dan siap mendukung pasangan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilu Capres-Cawapres di tahun 2024. Salah satu pertimbangan bahwa Bapak Prabowo sesuai pesan Gus Dur, adalah orang paling ikhlas, juga memiliki pengalaman sebagai purnawirawan, seorang jenderal yang humanis, dan jelas berpihak untuk rakyat. Dan alasan memilih Mas Gibran, karena merupakan representatif dari kaum milenial, yang sekaligus mewujudkan pesan ulama bahwa pemuda hari ini merupakan pemimpin di masa depan dengan program andalan yang pro santri adalah Dana Abadi Pesantren,” pungkasnya. [nm/ted].






