Malang (beritajatim.com) – Dalam rangka peringatan Lustrum ke XII atau Dies Natalis ke-60, Universitas Brawijaya (UB) Malang mengadakan Napak Tilas Raden Wijaya yang dimulai dari Situs Kerajaan Majapahit Trowulan di Mojokerto dan berakhir di Kampus UB Malang. Napak tilas tersebut diikuti 25 orang pelari terdiri dari dosen, tendik, mahasiswa, alumni, dan peserta umum.
Pelari ditargetkan melawati jarak 107 km secara estafet. Setiap 10 km mereka akan berhenti di pos-pos yang sudah ditentukan. “Para pelari mengambil start dari Trowulan, Mojokerto – Kebun Raya Purwodadi dan finish di Taman Krida Budaya, Jawa Timur di Jalan Sukarno-Hatta, Kota Malang,” kata Prof. Dr. Ir. M Sasmito Djati, MS sebagai penggagas acara.
Sementara itu Rektor UB Prof. Widodo, SSi.,MSi.,PhD.Med.Sc menjelaskan bahwa Trowulan sebagai tempat napak tilas, semata-mata untuk mengenang kejayaan Kerajaan Majapahit yang tersohor di akhir abad XIII hingga XV. Raja pertama yang berhasil memerintah Majapahit bernama Raden Wijaya. Sedangkan panglima perang dan patih yang sangat berpengaruh pada zaman itu bernama Mahapatih Gajah Mada.
“Di bawah kepemimpinan Raden Wijaya dan para penggantinya, Kerajaan Majapahit menjadi kuat dan disegani di wilayah kekuasaannya mulai pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, bahkan sampai Malaya dan Filipina,” katanya saat memberangkatkan peserta Napak Tilas.
Nama Brawijaya dikaitkan dengan Kerajaan Majapahit. Merupakan gabungan dari kata: Bhre atau Bra artinya keturunan, dan kata: Wijaya. Gelar Brawijaya digunakan pertama kali oleh Raja Dyah Kertawijaya (1447-1451) yang menjadi Raja Brawijaya I.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ub-malang”]
Akhirnya nama Brawijaya diberikan pada Universitas Brawijaya dari Ir. Soekarno, Presiden RI pertama. UB berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1963 pada tanggal 5 Januari 1963, dan dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 196 Tahun 1963 tertanggal 23 September 1963.
Sebagai informasi ada sejumlah rangkaian kegiatan Napak Tilas Raden Wijaya. Hari pertama, Selasa (3/1/2023), Rektor UB memberangkatkan peserta Napak Tilas Raden Wijaya dari Pelataran Situs Majapahit di Trowulan Mojokerto. Pelari berangkat dari Trowulan sekitar pukul 11.00 WIB dan perkiraan tiba di Purwodadi pukul 23.00 WIB.
Hari kedua, Rabu (4/1/2023), kegiatan tetenger bumi berupa penanaman pohon buah-buahan nusantara di Kebun Raya Purwodadi oleh Prof Sasmito Djati, MS (Wakil Rektor IV). Acara tersebut disaksikan peserta napak tilas. Kemudian peserta napak tilas melanjutkan lari estafet menuju Malang (RS UB).
Lalu hari ketiga, Kamis (5/1/2023), peserta lari membawa bendera UB, bergerak menuju gedung Samantha Krida UB dan menyerahkan bendera kepada Rektor UB sebagai tanda selesainya napak tilas. Peserta lari akan diiringi Reog UB menuju Samantha Krida untuk mengikuti Rapat Terbuka Universitas Brawijaya saat Dies ke-60 atau Lustrum XII. [dan/suf]






