Magetan (beritajatim.com) – Total 221 bencana alam terjadi di Magetan sepanjang tahun 2023. Jumlah itu berdasarkan catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan. Mayoritas bencana alam yang terjadi dan ditangani BPBD yakni pohon tumbang imbas angin puting beliung.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi memaparkan, dari 221 bencana yang terjadi, ada 86 kejadian pohon tumbang, 62 tanah longsor, 55 kejadian kebakaran hutan dan lahan, dan satu kejadian banjir.
Pohon tumbang, kejadian merata di seluruh kecamatan di Magetan. Artinya, seluruh kecamatan di Magetan berisiko terjadi angin kencang yang berdampak. Apalagi, pohon yang tumbang terjadi di jalan raya.
‘’Kalau untuk longsor, dengan total kejadian 62 ini, 37 di antaranya terjadi di Kecamatan Poncol. Kemudian di Plaosan dan Parang. Kejadiannya tidak banyak di Panekan dan Sidorejo,’’ terang Eka.
Sementara, untuk karhutla terjadi di Panekan, Sidorejo, dan Plaosan. Seperti diketahui, ketiga kecamatan tersebut berada di kawasan Gunung Lawu. Wilayah Magetan turut terdampak terjadinya karhutla Gunung Lawu yang diduga bermula dari Desa Sidomulyo, Jogorogo, Ngawi, Jawa Timur.
‘’Kalau untuk banjir, di wilayah Kartoharjo. Banjirnya tidak besar namun berdampak terhadap tanaman padi,’’ katanya.
Di tahun 2024 ini, apalagi di awal tahun diprediksi bakal terjadi cuaca ekstrim. Dia meminta masyarakat agar selalu waspada. [fiq/ian]






