Surabaya (beritajatim.com) – Kasus paus terdampar kembali terjadi, kali ini di sepanjang Pantai Tasmania Australia. Tidak main-main, menurut laporan The Guardian, sebanyak 200 lebih paus terdampar pada Rabu (21/9), 35 diantaranya dinyatakan hidup dan 200 lainnya mati.
Sejak diketahui terdamparnya ratusan paus tersebut, ahli konservasi laut setempat langsung terjun untuk melakukan penyelamatan. Pihak berwenang setempat mengatakan, bahwa meski upaya penyelamatan telah dilakukan, namun kematian pada hewan mamalia itu sangat tinggi.
“Sayangnya kami memiliki tingkat kematian yang tinggi pada kasus ini. Terdapat 35 hewan yang masih hidup di pantai. Fokus utama pagi ini adalah untuk melakukan penyelamatan dan pelepasan pada hewan-hewan itu.” ujar pihak penyelamatan setempat.
Pada Rabu (21/9), pihak konservasi melakukan identifikasi pada semua laut yang terdampar. Mereka memberi penilaian hewan mana yang memiliki peluang hidup lebih baik. Hewan yang masih hidup diberi penyelamatan pertama dengan memberikan kelembaban. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyelimuti paus-paus tersebut dengan kain basah.
Baru pada Kamis (22/9) tim melakukan upaya penyelamatan untuk membawa paus-paus tersebut ke perairan yang lebih dalam. Agar mereka bisa berenang bebas. Peristiwa ini hanya berselang 2 hari, dari peristiwa terdamparnya 14 paus sperma di Pantai King Island, Bagian dari Negara bagian Tasmania, yakni di Selat Bass antara Melbourne dan pantai utara Tasmania.
[berita-terkait number=”5″ tag=”surabaya”]
Peristiwa terdamparnya ratusan paus di pulau Tasmania Australia juga pernah terjadi pada tahun 2020. Sebanyak 470 paus pilot bersirip panjang ditemukan terdampar di lepas barat pantai Tasmania. Dari jumlah tersebut, 111 paus berhasil diselamatkan dan sisanya dinyatakan mati.
Peristiwa tersebut jadi rekor terbesar untuk kasus terdamparnya paus di Australia. Bahkan, Guardian mengeluarkan laporan bahwa, kasus terdamparnya hewan mamalia di tahun 2020 di Tasmania menjadi salah-satu kasus terdamparnya mamalia laut terbesar yang pernah tercatat.
Perlu diketahui, paus termasuk hewan yang dilindungi termasuk bangkainya. Untuk itu, ada prosedur khusus yang harus dipatuhi. Beberapa kejadian serupa di Indonesia, bangkai paus yang terdampar diputuskan untuk ditenggelamkan ke dasar laut. (Jhn/nap)






