Jember (beritajatim.com) – Jumlah kehilangan kartu tanda penduduk (KTP) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mencapai puluhan ribu. Kurang lebih 20 ribu orang warga Jember menyatakan kehilangan KTP tahun lalu dan mengurusnya lagi di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.
Dispendukcapil Jember siap membuatkan kembali KTP tersebut, namun tidak dalam bentuk fisik. “Kami prioritaskan blangko KTP untuk anak-anak kita yang baru melakukan perekaman identitas diri, dan mereka yang pindah dari luar kota,” kata Kepala Dispendukcapil Isnaini Dwi Susanti, Kamis (18/1/2024).
Warga yang kehilangan KTP akan mendapatkan biodata WNI (Warga Negara Indonesia) secara daring. “Kami beri identitas kependudukan digital. KTP masuk ke dalam HP, untuk melindungi kerahasiaan,” kata Susanti.
Saat ini Dispendukcapil Jember sudah melayani pembuatan 43.500 KTP digital. “Mereka yang belum pernah punya KTP, tidak bisa mengurus KTP digital. Tapi untuk warga yang sudah pernah cetak KTP, bisa kami beri identitas kependudukan digital,” kata Susanti.
Ketersediaan blangko KTP untuk warga yang baru melakukan perekaman masih mencukupi. “Setiap bulan kami memperoleh lima ribu keping blangko. Saya terus berjuang agar blangko bisa tersedia, sembari mengedukasi masyarakat bahwa identitas digital lebih aman dan valid. Tidak mungkin dipalsukan,” kata Susanti.
Tercatat, ada 41 ribu warga Jember yang belum melakukan perekaman KTP. Dispendukcapil saat ini terus menjemput bola ke sekolah-sekolah menengah atas untuk melakukan perekaman siswa yang belum memiliki KTP. “Kami datang ke masyarakat. Setiap Sabtu dan Minggu kami melakukan perekaman (bergiliran) di kecamatan-kecamatan dalam program J-Monalisa (Mobil Pelayanan Keliling Sadar Adminduk),” kata Susanti.
Dispendukcapil Jember selalu memantau kecamatan-kecamatan dan menjadwalkan perekaman di desa-desa. Selama dua tahun berturut-turut, warga di Kecamatan Sumberbaru paling banyak tidak memiliki KTP. Saat ini Bangsalsari. “Banyak hal (faktor) penyebab. Saat kami ke sana, banyak warga yang belum tahu. Padahal kami sudah titip agar disosialisasikan,” kata Susanti. Dia berharap sebelum pemilu, seluruh warga sudah melakukan perekaman KTP.
Susanti mengingatkan pentingnya dokumen kependudukan bagi warga. “Ayo dilihat terus kartu keluarganya. Barangkali ada anak yang dulu SD sekarang SMP,” katanya.
Saat ini dari 248 desa dan kelurahan, ada 170 desa yang sudah memiliki sistem kependudukan terkoneksi dengan Dispendukcapil Jember. “Mereka bisa mengurusi perubahan kartu keluarga. Kami berharap masyarakat peduli untuk mengurusi akte,” kata Susanti. [wir]






