Mojokerto (beritajatim.com) – Ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VIII resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim), Adhy Karyono di Stadion Gajah Mada Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (16/9/2023) kemarin. Tuan rumah Kabupaten Mojokerto berhasil memboyong 95 medali.
Sebanyak 95 medali tersebut terdiri dari 16 medali emas, 38 medali perak dan 41 medali perunggu. Dari puluhan medali tersebut dua diantaranya diraih atlet Kabupaten Mojokerto yang merupakan putra-putri dari Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mojokerto, Suher Didienta.
Yakni Raffito Naufal Putra Didiento (21) dan Kintania Asmarani Putri Didiento (15). Raffito berlaga di cabang olahraga (cabor) Woodball nomor Mixed Double Fairway dan mendapatkan medali emas, sementara Kintania berhasil meraih medali perunggu pada cabor biliar di nomor 15 ball single putri.
Ketua KONI Kabupaten Mojokerto, Suher Didienta bersyukur kontingen Kabupaten Mojokerto berhasil melampaui target 15 medali emas dalam ajang olahraga dua tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tersebut. Dua medali diantaranya diraih kedua putra-putrinya.
“Iya, dulu saya atlet bola volly. Tahun 1993 akhirnya dikaryawankan oleh PT Samator Gas, saat itu masih duduk di bangku SMA menjelang lulus. Mungkin setelah lulus tidak ikut perusahaan lain. Saya diikat Samator mulai tahun 1993 akhirnya sampai tahun 2002 bulan Oktober,” ungkapnya, Senin (18/9/2023).
Setelah menikah dengan sang istri Ike Damayanti (48), warga Desa Pekuwon, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto kemudian membuat usaha konveksi di Mojokerto. Ia kemudian mencalonkan sebagai anggota DPRD Kabupaten Mojokerto sampai tahun 2019 dan mendaftarkan sebagai Ketua KONI Kabupaten Mojokerto.
BACA JUGA:
Kota Surabaya Juara Umum, Malang Raya Tuan Rumah Porprov Jatim IX
“Saya terpilih sebagai Ketua KONI, Kabupaten Mojokerto saat itu masih peringkat 33 di Porprov Jatim. Di Porprov VII, Kabupaten Mojokerto dapat 7 medali emas dari target 4 medali emas. Porprov VIII, saya menargetkan 15 medali emas. Istri dan putra-putri saya khawatir saya bagaimana jika tidak memenuhi target,” katanya.
Namun, kedua putra-putrinya mendukung sehingga ikut terjun langsung menjadi kontingen Kabupaten Mojokerto sejak Porprov Jatim VII di Lumajang tahun 2022 lalu. Meski awalnya keduanya merupakan atlet bola voly seperti sang ayah, namun keduanya diarahkan untuk menjadi atlet cabor lain yang lebih menjanjikan.
Ia membaca peluang cabor di Jawa Timur yang menjanjikan sehingga terpilih woodball. Sekitar enam sampai tujuh bulan belajar dan berlatih di woodball dan ikut Porprov Jatim VII di Lumajang tahun 2022 lalu. Sang putra membawa medali emas untuk Kabupaten Mojokerto.
“Alhamdulilah membawa medali emas, ya atlet sini (Kabupaten Mojokerto). Putra saya itu, Assiten Pelatih Tim Bola Voly Petrokimia putri di Gresik, kuliah di Unesa semester 8. Dia disuruh mendampingi tim Porprov Gresik, tidak mau. Sempat mengundurkan diri karena kesibukannya dia dan merasa tidak pernah ikut latihan di sini tapi saya sampaikan ke pelatihnya,” ujarnya.
Sang putra tak ingin memanfaatkan jabatan sang ayah agar bisa tidak ikut latihan bersama. Pelatih mengizinkan untuk tidak ikut latihan bersama saat tidak di Mojokerto, namun saat berada di Mojokerto maka ikut latihan bersama Tim Woodball Kabupaten Mojokerto. Bersama tiga temannya, sang putra berhasil membawa medali perak.
“Kalau ada saya yang perempuan memang saya arahkan ke biliar, voly usia 22 pesaingnya usia lebih tua. Dia masih SMP kelas III saat itu, iya mau (biliar). Saya antarkan latihan kebetulan di dekat rumah ada latihan biliar tapi tiap pulang latihan nangis, saya tanya katanya tidak seneng latihan disitu. Latihan kan di warung, yang nonton preman-preman, orangnya horor-horor,” tuturnya.
Suher menjelaskan, ia kemudian memfasilitasi dengan membeli meja biliar dan mendatangkan pelatih ke rumahnya. Bersama teman cinta monyetnya sang putra, sang putri latihan biliar di rumah jelang enam sampai lima bulan Porprov Jatim VII. Saat itu, sang putri mendapatkan medali perak.
BACA JUGA:
56 Medali Porprov Berhasil Diboyong Kontingen Kota Mojokerto
“Mendapatkan medali perak pasangan dengan mantan pacar kakaknya. Kemarin (Porprov Jatim VIII), dia ikut single sama double sama laki-laki. Yang single dapat perunggu, doublenya kalah. Tetep latihan (pasangan putri) tapi saya sama pelatih kan membaca peluang, mana yang bisa meraih medali,” tegasnya.
Menurutnya, kedua putra-putri terjun ke dunia olahraga tak lepas dari basic kedua orang tuanya yang sama-sama atlet bola voly. Sang istri yang memiliki nama panggilan Keke tersebut sebelumnya merupakan atlet bola voly salah satu perusahan penyedap rasa di Kabupaten Mojokerto. [tin/but]
![2 Medali Porprov Kabupaten Mojokerto dari Putra-putri Ketua KONI Raffito Naufal Putra Didiento (21). [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230918-WA0001_BZ8gK8Lv8g-1024x576.jpeg)
![Kintania Asmarani Putri Didiento (15). [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG-20230918-WA0002-300x169.jpg)





