Malang (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kesehatan Malang Wiyanto Wijoyo menyebutkan, saat ini masih ada enam korban Tragedi Kanjuruhan, yang menjalani rawat inap. Dua diantaranya dalam kondisi kritis. Keduanya kini masih menjalani perawatan medis di ruang ICU RSSA Kota Malang.
“Untuk korban yang rawat inap sekarang masih ada enam orang. Di RSSA Malang ada empat, dua diantaranya di ruang ICU. Sedangkan dua korban lagi di RSUD Kanjuruhan Kepanjen,” ucap Wijoyo yang juga Kepala Posko Crisis Center Tragedi Kanjuruhan, Jumat (21/10/2022) sore.
Wijoyo menuturkan, dua korban yang berada di ruang ICU karena masih membutuhkan perawatan intensif. “Dua korban yang di ruang ICU karena membutuhkan penanganan intensif. Sehingga ketika kondisinya kritis, bisa cepat mendapat penanganan. Sedangkan yang dirawat di ruang biasa, periode kritisnya sudah berlalu,” ulasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”korban-tragedi-kanjuruhan”]
Adapun jumlah secara global korban Tragedi Kanjuruhan, Wiyanto Wijoyo menyebut total hingga saat ini ada 794 orang. Rinciannya luka ringan sebanyak 586 orang, luka sedang sebanyak 50 orang dan luka berat sebanyak 24 orang. Sedangkan meninggal dunia ada 134 orang.
“Untuk jumlah korban luka ringan dan sedang bisa saja ada perubahan karena belum tercantum. Ini tadi juga ada tambahan data dari Polres Malang yang masih akan kami tindaklanjuti. Karena bisa jadi korban ini menjalani perawatan mandiri di rumah, namun belum tersentuh oleh petugas,” Wijoyo mengakhiri. [yog/suf]






