Blitar (beritajatim.com) – Lahan seluas 2 hektar lereng Gunung Pegat Desa Langon Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar terbakar. Menurut warga api pertama kali berkobar sekitar pukul 15.00 WIB.
Api pertama kali berkobar dari lereng Gunung Pegat sebelah barat. Hembusan angin yang kencang membuat api dengan cepat menyebar ke bagian atas Gunung Pegat. “Tadi jam 3 sorean api sudah membakar dan menyebar, sempat mau dipadamkan oleh warga namun sudah terlanjur membesar terlebih dahulu,” ungkap, Eliana warga yang rumahnya berada persis di bawah Gunung Pegat, Sabtu (09/09/23).
Kejadian kebakaran di lereng Gunung Pegat ini memang terjadi hampir setiap tahun. Suhu panas yang terjadi selama musim kemarau membuat daun jati yang kering mudah terbakar oleh sinar matahari. “Tadi kan panas mas jadi daun-daun kering itu langsung menyala, ketika terkena panas matahari,” ungkapnya.
Hingga pukul 21.00 WIB, proses pemadaman lereng gunung Pegat yang terbakar masih terus dilakukan oleh petugas gabungan dari TNI-Polri serta BPBD Kabupaten Blitar. Total ada 1 mobil kebakaran dan 2 mobil tangki air yang diterjunkan ke lokasi pemadaman.
Menurut Kapolsek, Iptu Agus Prayitno perkiraan luas lahan gunung pegat yang terbakar sekitar 2 hektar. Untuk dugaan penyebab, Agus menyebut suhu panas akibat musim kemarau lah yang membuat daun-daun kering di lereng Gunung Pegat terbakar hebat. “Luasnya sekitar 2 hektar, untuk penyebab murni karena kemarau,” ungkap Agus.
Proses pembahasan lokasi juga terus dilakukan, untuk mencegah api muncul kembali. Pembasahan difokuskan pada lereng Gunung Pegat yang berada didekat rumah warga. “Ini pembasahan masih terus dilakukan untuk mencegah api muncul kembali,” tutupnya. (owi/kun)
BACA JUGA: Sukarso Terpilih Kembali Jadi Ketua MPC PP Kota Blitar






