Malang (beritajatim.com) – Brawijaya Career Expo 2024 yang diadakan selama dua hari, pada Sabtu-Minggu (9-10/5/2024) dikunjungi sebanyak 5.789 peserta. Acara di gedung Samantha Krida UB ini diikuti sebanyak 55 perusahaan, perbankan, serta lembaga-lembaga internasional yang memberikan beasiswa pendidikan.
Direktur Direktorat Pengembangan Karir dan Alumni Karuniawan Puji Wicaksono, S.P., M.P., Ph.D. menjelaskan, Brawijaya Career Expo menjelaskan kegiatan Ini dihadiri peserta dari Malang Raya. Tujuannya untuk mewadahi peluang kerja yang disediakan oleh perusahaan dari berbagai macam disiplin ilmu dalam dan luar negeri.
Karuniawan menambahkan, saat ini dari 10.000 lulusan S1 dan D3 UB, sebanyak 8.500 sudah meraih pekerjaan layak dengan gaji berkali lipat diatas UMR. “Minggu lalu sudah ada penilaian dari Dikti terkait IKU, disebutkan lulusan UB yang bekerja layak. 82 persen lulusan UB sudah bekerja dengan layak kurang dari 6 bulan. Ada yang melanjutkan studi ada yang berwirausaha,” katanya.
Wakil Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Iwan Suprijanto, S.T. M.T., FIDSK, IPU, mengatakan lulusan UB punya perbedaan dibandingkan perguruan tinggi lain. Hal itu dapat dapat dilihat ketika lulus mereka tidak hanya mendapat ijazah tetapi dibekali dengan sertifikat keahlian.
“Kita upayakan kemudahan untuk memperoleh sertifikat seperti contohnya melalui pelatihan gratis dan online. juga dorong mereka untuk mendapatkan sertifikat keahlian dari lembaga sertifikasi seperti misalnya dari sertifikasi BNSP dengan biaya murah. Kalau diselenggarakan dengan melibatkan alumni bisa jadi sertifikasi gratis,” ungkap Dirjen Perumahan Kementerian PUPR itu.
Menurutnya, terjadi perubahan sangat dinamis di lapangan. Generasi muda harus siap berubah terutama kemampuan adaptif terhadap perubahan. “Oleh karena itu, penting dan perlunya sertifikasi keahlian bagi para lulusan perguruan tinggi,” tegasnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa Dr. Setiawan Noerdajasakti, SH., MH. menambahkan untuk meningkatkan kompetensi soft skill lulusan, sejak kuliah UB sudah menyediakan banyak unit kegiatan mahasiswa atau UKM. Mahasiswa memaksimalkan belajar kelas mendapatkan pengetahuan sehingga bisa meraih IPK tinggi.
“Sedangkan untuk soft skill bisa diperoleh dengan cara aktif di berbagai organisasi mahasiswa dan unit-unit kemahasiswaan yang jumlahnya hampir 60. Hal itu semua untuk mewadahi mahasiswa UB setelah lulus agar ada bekal.hard skill sampe soft skill sehingga siap untuk terjun ke masyarakat,” jelasnya. (dan/kun)






