Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan yang menguyur wilayah Mojokerto menyebabkan banjir di Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto meluas. Tercatat, ada sebanyak 2.859 warga empat kelurahan di Kecamatan Prajurit Kulon terdampak banjir.
Di Kelurahan Booto, banjir merendam dua lingkungan yakni Lingkungan Tenggilis dan Blooto. Di Kelurahan Tenggilis ada 505 warga terdampak, sementara di Lingkungan Blooto ada 45 warga terdampak banjir. Di Kelurahan Metikan yakni Lingkungan Cakarayam Baru dengan 900 warga terdampak.
Di Kelurahan Prajurit Kulon merendam Lingkungan Prajurit dengan 340 warga terdampak dan Jayeng dengan 360 warga terdampak. Di Kelurahan Pulorejo merendam tiga lingkungan yakni BC 2 dengan 529 warga terdampak, BC 1 dengan 80 warga terdampak dan Pulokulon dengan 100 warga terdampak.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono mengatakan, salah satu yang terparah yakni di Lingkungan Cakarayam Baru, Kelurahan Mentikan. Sejumlah warga mulai mengungsi akibat genangan banjir kian meninggi.
“Karena ada beberapa rumah yang sangat terendam air di atas 50 cm sehingga warga harus dievakuasi. Dari empat kelurahan tersebut, sekitar 2.859 warga yang terdampak banjir. Dapur umum dan lokasi pengungsian juga sudah disiapkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro mengatakan, penanganan banjir masih terus dilakukan dengan mengoperasionalkan mesin pompa penyedot air. Mesin pompa penyedot air disebar di tujuh titik dan di Taman Bahari Mojopahit (TBM).
“Kami akan terus bekerja keras mengupayakan agar genangan ini segera surut dengan memaksimalkan pompa air dan sistem drainase. Curah hujan tinggi diprediksi masih akan turun hingga beberapa hari ke depan. Sehingga upaya mitigasi juga terus dilakukan untuk meminimalisir dampak,” katanya. [tin/but]






