Ponorogo (beritajatim.com) – 194 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Ponorogo dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada 6 Juni 2022. Seluruh CJH telah melakukan berbagai persiapan usai dua tahun lamanya ibadah haji ditutup Pemerintah Arab Saudi akibat pandemi Covid-19.
“Tahun ini dari Kabupaten Ponorogo yang berangkat ke Tanah Suci sebanyak 194 CJH,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ponorogo, Muhammad Nurul Huda, Senin (30/5/2022).
Persiapan Kankemenag Ponorogo menyambut musim haji 1443 H/2022 M, kata Huda, sudah dilakukan beberapa. Seperti vaksinasi lengkap maupun booster untuk CJH.
Dari laporan yang dia terima, 194 CJH Ponorogo ini sudah melakukan vaksinasi Covid-19 secara lengkap serta booster. Selain itu, para CJH juga sudah melaksanakan manasik haji yang digelar selama tiga hari pada Senin hingga Rabu, 23-25 Mei lalu.
“Para calon jemaah haji ini sudah vaksinasi lengkap, yakni 3 kali. Selain itu juga sudah melakukan manasik haji selama 3 hari,” katanya.
Sesuai rencananya, 194 CJH berangkat dari Ponorogo pada tanggal 6 Juni 2022 nanti. Mereka berkumpul di depan Pendopo Agung Pemkab Ponorogo untuk mengikuti upacara pemberangkatan secara resmi dipimpin Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
“Tanggal 6 Juni nanti kumpul di Pendopo Agung, InsyaAllah diberangkatkan oleh Bapak Bupati,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Haji-2022″]
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan pembatasan usia calon jemaah haji (CJH) lantaran masih dalam suasana pandemi. Para jemaah yang akan menunaikan ibadah haji harus berusia maksimal 65 tahun.
Kebijakan tersebut berimbas pada menurunnya kuota jemaah haji Indonesia. Seluruh daerah di Indonesia turut mengalami dampak tersebut.
Tak terkecuali calon jemaah haji dari Ponorogo. Akibat kebijakan tersebut, 314 calon jemaah asal Ponorogo terpaksa kembali tertunda menjalankan ibadah haji tahun ini.
“Arab Saudi menginginkan pembatasan usia, jadi Kemenag mengeluarkan keputusan menteri agama (KMA) nomor 405 tahun 2022 tentang kuota haji tahun ini. Di Ponorogo ada 314 jemaah yang tertunda keberangkatannya,” kata Kepala Kemenag Kabupaten Ponorogo.
Huda menyebut 314 calon jemaah tersebut selain terdampak pembatasan usia, juga karena Kabupaten Ponorogo ikut pada kuota haji Provinsi Jawa Timur (Jatim). Sehingga untuk Bumi Reog hanya mendapatkan kuota 194 jemaah.
“Yang berangkat tahun ini, bukan hanya imbas dari pembatasan usia, namun juga kuota Jatim juga,” katanya.
Lebih lanjut, para calon jemaah haji yang tertunda bakal diberangkatkan pada 2023. Kemungkinan di tahun depan, Saudi tidak lagi menerapkan batasan usia maksimal calon jemaah haji.
Menurut Huda, kebijakan Saudi didasari pandangan adanya keadaan pandemi Covid-19 ini belum sepenuuhnya berubah menjadi endemi. Selain itu, saat musim haji nanti, diprediksi di Arab Saudi swdang mengalami cuaca ekstrem dengan suhu udara diperkirakan mencapai 48-50 derajat Celcius. (end/beq)






