Lamongan (beritajatim.com) – Sebanyak 180 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Lamongan belum melunasi biaya haji 1444 H/2023. Para CJH akan dianggap menunda keberangkatan jika sampai penutupan belum juga melakukan pelunasan.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur menerangkan, proses pelunasan biaya haji hingga saat ini terus berjalan dan bisa dipantau di Siskohat. Tercatat, memang ada 180 CJH yang belum melakukan pelunasan.
“Saat ini masih proses pelunasan. Real time data Siskohat (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) bisa dilihat pukul 3 sore (15.00) yang selalu update. Kalau sampai kemarin tercatat ada 180 yang belum melakukan pelunasan,” ujar Abdul Ghofur saat dikonfirmasi, Rabu (10/5/2023).
Biasanya, sambung Ghofur, ada beberapa hal yang seringkali menjadi alasan CJH menunda keberangkatan hajinya. Penundaan ada yang disertai dengan surat pernyataan dan ada pula yang tidak.
Sedangkan latar belakang penundaan itu, sebut Ghofur, adalah alasan keluarga yang disertai dengan surat pernyataan. Ada pula alasan lain seperti menunggu, belum ada biaya, faktor kesehatan atau sakit, meninggal dunia, dan alasan kedinasan lainnya yang disertai surat pernyataan.
Baca Juga:
Imigrasi Surabaya Beri Kemudahan 600 Jemaah Calon Haji Lamongan
“Untuk yang non-pernyataan yang kami himpun dari berbagai pihak terbanyak karena meninggal dunia, belum ada biaya, sakit, menunggu dan kesehatan. Selebihnya, karena masih cadangan, di mana cadangan ada yang melunasi ada yang tidak,” imbuhnya.
Demi memenuhi jumlah CJH sesuai dengan porsi yang telah ditetapkan, kata Ghofur, kekosongan kuota yang ada bakal diisi oleh CJH cadangan. Tercatat, Lamongan mendapat tambahan jumlah jemaah cadangan sebanyak 245 orang tahun ini.
Jumlah jemaah haji cadangan tersebut dihitung berdasarkan 15 persen kuota jemaah yang hendak diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Jemaah cadangan ini urut porsi. Jadi, yang tidak bisa melunasi dengan alasan tadi, maka jemaah cadangan ini yang akan secara otomatis mengisi kursi jemaah yang menunda keberangkatan hajinya,” tandasnya.
Sekadar diketahui, berdasarkan ingormasi yang dihimpun dari Kantor Kemenag Lamongan, CJH asal Lamongan berjumlah 1.770 orang, yang terdiri dari 1.625 orang ditambah cadangan sebanyak 145 orang. Sebagian CJH Lamongan ini akan bergabung dengan daerah lain saat pembagian kelompok terbang (kloter). [riq/beq]






