Ngawi (beritajatim.com) – Sudah 11 hari Gunung Lawu terbakar sejak 29 September 2023 lalu. Titik api yang bermula di RPH Manyul masuk Desa Girimulyo, Jogorogo, Ngawi itu menjalar ke Kecamatan Kendal, Ngrambe, dan Sine, bahkan sudah sampai Magetan dan Karanganyar, Jawa Tengah.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memperkirakan, untuk hutan di Ngawi yang rusak imbas karhutla mencapai 2.000 hektar hingga Senin (9/10/2023).
Saat ini, kebakaran sudah mulai mereda, sembari petugas TNI, Polri, BPBD Ngawi melakukan penyisiran lokasi yang masih terdapat bara api atau kepulan asap kecil.
BACA JUGA:
Ancaman Banjir Bandang dan Sumber Air Berkurang Imbas Karhutla Gunung Lawu di Magetan
Untuk wilayah Magetan dan Karanganyar belum diketahui pasti berapa luasan hutan yang terbakar sampai Senin (9/10/2023) ini. Sehingga, luasan total hutan Gunung Lawu yang terbakar bisa lebih dari 2.000 hektar.
“Berkat sinergitas petugas gabungan api di Lereng Gunung Lawu saat ini sudah mereda. Patroli dilakukan untuk antisipasi titik api baru. Luasan terbakar mencapai 2.000 hektar, itu tersebar di empat kecamatan yakni Kendal, Jogorogo, Ngrambe, dan Sine,” kata Dwi Rianto Jatmiko, Senin (9/10/2023).
Dampak Kebakaran Gunung Lawu, Pemkab Ngawi Didorong Petakan Potensi Banjir Bandang
Tak hanya hutan lindung, hutan produksi pun turut tersambar api meski lebih kecil ketimbang hutan lindung yang mayoritas adalah pepohonan rimba campur.
Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada titik api baru di hutan Gunung Lawu wilayah Kabupaten Ngawi. [fiq/beq]






