Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 103 anak usia dini di TK Mustika Rini, Wonorejo, Rungkut mendapatkan pemeriksaan mata secara gratis, Layanan pemeriksaan dari Tim Dosen Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya.
Pemeriksaan mata itu merupakan kegiatan pengabdian masyarakat (penmas) oleh 4 dosen UHT Surabaya. Mereka adalah Irma A. Pasaribu, Prawesty Diah Utami, Dian Ardiana, dan Dessy Nur Utami.
Irma, Ketua Tim Penmas UHT mengatakan bahwa pandemi Covid-19 memaksa siswa belajar secara daring. Sehingga hal itu berdampak pada kesehatan mata karena harus berhadapan dengan gadget.
“Pandemi Covid-19 meninggalkan dampak yang berkepanjangan. Ada bias pantulan sinar gadget yang masuk secara terus-menerus ke kornea mata, itu bisa menjadikan fatal,” ujar Irma, Selasa (5/9/2023).
Jika hal itu dibiarkan, lanjutnya, maka akan berdampak terhadap psikologis anak. Di antaranya, menurunnya produktifitas anak, menurunnya kecerdasan dan kemampuan belajar.
“Dampak terburuk ada pada gangguan penglihatan mata yang bisa menyebabkan kebutaan pada kornea mata seorang anak,” ungkap Irma.
BACA JUGA:
Buntut Praktek Ujian SIM Diprotes Warga, Kasatlantas Polres Gresik Dimutasi
Dari hasil pemeriksaan mata yang dilakukan, menunjukkan bahwa 43,24 persen siswa di TK Mustika Rini mengalami kelainan refraksi berupa ametropia. Sehingga siswa harus memakai kacamata.
Dalam Penmas itu, tim dosen memberikan edukasi dan konseling untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan mata pada anak usia dini. Kemudian memeriksa penglihatan memakai kartu snellen. Lalu, deteksi dini anomali refraksi bagi anak. [ipl/but]






