Jombang (beritajatm.com) – Seratus hari pertama masa jabatan Bupati Jombang Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid (Gus Salman) menjadi sorotan.
Bupati yang akrab disapa Abah Warsubi ini berhasil memenangkan pemilihan dengan kemenangan mutlak, tetapi kini ia dihadapkan pada ujian terbesar dalam kepemimpinannya—mewujudkan janji kampanye menjadi aksi nyata atau hanya berhenti pada retorika politik semata.
Yusron Aminulloh, seorang wartawan senior dan pengusaha, Selasa (18/3/2025), menyoroti empat aspek mendasar yang akan menjadi tolok ukur keberhasilan kepemimpinan Abah Warsubi dalam lima tahun ke depan.
Pertama adalah kemampuan membangun “sirkel” atau lingkaran orang-orang terdekat. Siapakah sosok-sosok yang akan menjadi orang kepercayaan Abah Warsubi? Loyalitas atau kapabilitas, mana yang akan lebih diutamakan dalam menentukan lingkaran dekatnya?
Menurut Yusron, banyak sosok yang sebelumnya mendukung petahana kini mulai merapat. Pertanyaan besar yang muncul adalah, apakah Abah Warsubi mampu memilah mana yang benar-benar tulus mendukung visi perubahan dan mana yang hanya berorientasi pada agenda pribadi.
Aspek kedua, lanjutnya, yang disoroti adalah kemampuan networking atau membangun jejering. Di era kolaborasi seperti saat ini, sinergi dengan pemerintah pusat, investor, dan tokoh-tokoh strategis menjadi kunci keberhasilan. “Siapa yang lebih dominan mendekati Abah Warsubi: mereka yang memiliki visi untuk membangun atau mereka yang sekadar mencari keuntungan pribadi?” ujar Yusron.
Ketiga, kata Yusron, keputusan dalam melakukan mutasi pejabat juga menjadi perhatian serius. Di sinilah keberanian seorang pemimpin diuji. Apakah Abah Warsubi siap mengguncang kenyamanan birokrasi demi menciptakan tim yang solid dan berdaya saing, atau justru terjebak dalam kompromi politik yang dapat mengorbankan efektivitas kinerja?
Sebagai pengusaha sukses yang juga dikenal religius, Abah Warsubi memiliki modal unik untuk memajukan Jombang. Namun, apakah keberaniannya cukup untuk tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga mampu menarik investor besar dari dalam dan luar negeri.
Yusron menyatakan, “Untuk mengubah wajah Jombang, diperlukan SDM handal dengan cara berpikir industri, menciptakan banyak pengusaha muda, serta menjaga nilai-nilai luhur Jombang sebagai kota bersejarah.”
Yusron menegaskan, seratus hari pertama Abah Warsubi bukan sekadar hitungan waktu. Ini adalah momen penentu—apakah kepemimpinan baru ini akan membawa gebrakan atau sekadar menambah daftar pemimpin yang datang dan pergi tanpa jejak berarti. Warga Jombang menunggu, menimbang, dan berharap.
“Masa 100 hari pertama Abah Warsubi tidak hanya akan menjadi catatan awal perjalanan politiknya, tetapi juga menjadi indikator sejauh mana ia mampu membawa perubahan konkret bagi Jombang,” pungkasnya. [suf]






