Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 10 embung dari 27 embung dan Waduk di Magetan telah mengering. Embung tersebut mengering sejak Agustus 2023. Imbasnya, petani yang terlanjur mengharapkan aliran air dari embung pun tanamannya mati.
Salah satunya Embung Titang Krajan di Desa Baleasri Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Tidak ada air tersisa di embung berkapasitas 101.097 meter kubik itu. Padahal, embung tersebut masih harus mengaliri total 75 hektar tanaman milik petani di sekitarnya.
“Sejak Agustus 2023 kering. Ada 75 hektar yang harus dialiri. Desa baleasri paling yang panen cuma 10 hektar, embung sudah kering kerontang. Jagung milik petani sudah mati,” kata Joko Subagio, Penjaga Embung Titang Krajan, Rabu (11/10/2023)
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di Embung Tamanarum Desa Tamanarum, Parang, Magetan. “Sudah 10 embungbdi Magetan yang mengering dari 27 embung dan waduk. Sisanya masih bisa melayani irigasi,” kata Yuli Karyawan Iswahyudi, Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan (DPUPR) Magetan. [fiq/kun]
BACA JUGA: KPH Lawu Ds Petakan Luasan Terdampak Karhutla di Ngawi dan Magetan, Sementara 2.004 Hektar






