Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan air minum perpipaan untuk masyarakat pedesaan, kini sebanyak 1.035 rumah Masyarakat Berpengasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Lamongan menerima pemasangan sambungan air minum secara gratis.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (Perkim) Kabupaten Lamongan, Edy Yunan Achmadi.
Menurut Yunan, pemasangan sambungan air minum tersebut demi meningkatkan derajat kualitas kesehatan masyarakat melalui tersedianya air minum yang bersih bagi masyarakat di pedesaan wilayah Lamongan.
“Adanya sistem air bersih desa yang efektif, tentu ini nanti akan memberikan dampak positif di berbagai hal untuk masyarakat pedesaan. Akses air bersih yang memadahi nantinya dapat diperuntukkan dalam keperluan sehari-hari, seperti minum, mandi, dan mencuci,” kata Yunan, Kamis (5/10/2023).
“Sehingga akan berseriring dengan meningkatnya kesehatan, sanitasi masyarakat sekaligus membantu meningkatkan produktivitas untuk kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Dijelaskan pula oleh Yunan, pada tahun 2023 ini alokasi program hibah air minum pedesaan (HAMP) yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Lamongan dari Kementrian PUPR sebesar Rp2 miliar. Besaran tersebut dialolasikan untuk 1.035 sambungan rumah (SR) yang tersebar di 12 desa.

“Tahun ini kita mendapatkan alokasi Rp2 miliar dari pemerintah pusat. Yang kita alokasikan ke 12 desa, dimana secara keseluruhan mendapat SR sebanyak 1.035 SR. Alhamdulillah, progres fisik di lapangan sudah terbangun 100 persen, sesuai target dari pusat untuk pemasangan SR maksimal minggu ke-2 Oktober 2023,” paparnya.
Lebih lanjut, Yunan berkata, lokasi sasaran HAMP merupakan daerah yang pernah mendapatkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Program itu didukung surat keterangan kelayakan dan rekomendasi untuk pengembangan layanan (idle capacity).
Sedangkan, tambah Yunan, penerima manfaat HAMP merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki daya listrik terpasang pada rumah tangga sebesar ≤ 1.300 VA atau tidak memiliki sambungan listrik, serta bersedia memenuhi persyaratan sebagai pelanggan Hippam.
BACA JUGA:
Beda Kaos Perguruan Silat, Pemuda Lamongan Bikin Rusuh di Gresik, Dipenjara
Demi mendukung terealisasinya program tersebut, tutur Yunan, Dinas Perkim Lamongan terus berupaya mengurangi gap cakupan pelayanan terhadap target universal akses air minum, serta meminimalisir idle capacity (kapasitas air minum PDAM yang belum termanfaatkan), utamanya di pedesaan.
“Kami berharap, program HAMP tersebut dapat terus berkelanjutan dan diikuti oleh Pemkab Lamongan untuk menghadirkan 100 persen air minum yang layak,” harapnya. [riq/but]






