Surabaya (beritajatim.com) – 1.000 perempuan di Jawa Timur (Jatim) bersama mahasiswa dan civitas akademika lintas kampus Se-Jawa Timur melakukan ruang dialog soal demokrasi. Acara ini bertempat di Auditorium Ki Moh Saleh lantai 5 gedung F. Universitas Dr. Soetomo pada Sabtu (13/1/2024).
Ruang Dialog dan serap aspirasi perempuan se-Jatim ini juga dihadiri Deputi Inklusi TPN Ganjar-Mahfud dengan kelompok rentan. Tak hanya dialog ada juga acara seminar yang diselenggarakan oleh Jaringan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (JMPI), Generasi Merdeka (GM) dan BEM Universitas Dr. Sutomo Surabaya.

Salah satu panelis yang hadir Dia Puspitasari.,S.Sosio.,M.Si. dosen Ilkom Untag merasa optimistis apabila bhineka menjadi tiang utama keharmonisan berbangsa bernegara. Dengan begitu, maka tidak akan terjadi diskriminasi pada siapapun masyarakat Indonesia.
“Takdir kita bangsa Indonesia adalah bhineka, jika itu tidak dilalui maka yang terjadi disharmoni pada suasana berbangsa. Maka dari itulah keragaman itu sangatlah menjadi penguat dalam demokrasi sehingga saling bertoleransi satu sama lain agar tidak terjadi diskriminasi,” ungkap Dia Puspitasari.
Toleransi dan diskriminasi, lanjut Dia, juga tidak boleh terjadi pada siapapun termasuk pada golongan disabilitas. Tidak hanya itu, perempuan yang juga menjabat Ketua Umum JMPI itu menyampaikan bahwa memilih sosok pemimpin harus dengan cermat dengan melihat figurnya bukan karena uang atau imbalan.
“Tidak terkecuali masa depan bangsaja dan negara memilih pemimpin adalah melihat dengan cerdas, bukan karena iming-iming sesuatu apalagi uang. Maka ini adalah peran kita semua sebagai perempuan, terkhusus bagi kaula muda perempuan untuk menjunjung tinggi keadilan dan demokrasi,” katanya menutup.
Pada acara tersebut turut hadir juya Prof. Dr. Atik Krustiyati, S.H., M.S Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Surabaya. Evi Ratnasari.,S.PI., selaku pembina Generasi Merdeka. Tartyaningsih, S.Pd., M.Pd. Pendiri Yayasan Penyandang Disabilitas NAEEMA). Anik dari solidaritas disabilitas. Aprilia Devi Nur Aini selaku Wakil Gubernur BEM Fisip UPN 2022. Acara dimoderatori oleh acara Rizky Dwijayaanti, S.IP.M.IP dosen Untag Surabaya. [dan/aje]






