Peristiwa

Kecemburuan Pelaku Berawal dari Tagih Hutang

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi pembacokan yang dilakukan Sukadi (42) warga Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto karena cemburu. Kecemburuan pelaku berawal dari nagih hutang sebesar Rp 200 ribu dua bulan lalu.

Kapolsek Sooko, AKP Purnomo mengatakan, dari keterangan pelaku, mulanya dia menagih hutang ke korban Mulyono yang merupakan Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

“Namun hingga kini hutang tersebut belum dibayar,” ungkapnya, Selasa (2/4/2019).

Saat menagih hutang, lanjut Kapolsek, korban keceplosan bila dirinya sering berhubungan badan dengan istri pelaku, Wiji Pariyani (38). Saat ditanya, istri pelaku membenarkan hal itu. Namun, korban sendiri belum mengaku terkait masalah tersebut.

Sementara itu, pelaku Sukadi (42) mengaku memang sengaja melakukan penghadangan dan membacok korban.

“Saya justru dapat omelan istri dia dan mengatakan jika istri saya murahan karena selingkuh dengan suaminya,” katanya.

Setelah pulang, pelaku kemudian menanyakan hal tersebut kepada istrinya dan istrinya membenarkan. Istri pelaku mengaku sudah lama berselingkuh dengan korban dan telah melakukan hubungan terlarang beberapa kali.

Saat ini, korban berada di RS Citra Medika, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo karena luka di bagian tangan sebelah kanan.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar