Hukum & Kriminal

Polres Jombang Bekuk 3 Botoh Pilkades, Sita Uang Rp 10 Juta

Tiga botoh Pilkades Jombang saat digelandang polisi menuju ruang pemeriksaan, Minggu (3/11/2019)

Jombang (beritajatim.com) – Satgas Antijudi Polres Jombang membekuk tiga botoh (penjudi) Pilkades di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang, Minggu (3/11/2019). Dari penangkapan tersebut, petugas menyita uang taruhan sebesar Rp 10 juta. Selanjutnya, tiga pelaku tersebut digelandang ke kantor polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tiga pelaku masing-masing, PS (28), seorang perempuan YL (52), serta NP (32). Ketiga warga Desa Sentul tersebut memiliki peran berbeda. PS dan YL bertugas sebagai pengepul atau banyu. Sedangkan NP sebagai penombok.

“Namun demikian, kita masih mendalami ada keterkaitan apa tidak para botoh tersebut dengan calon. Dari YL kita sita uang Rp 9,6 juta. Kemudian dari PS sebesar Rp 107 ribu. Jadi total sekitar Rp 10 juta,” kata Kapolres Jombang AKBP Boby P Tambunan, saat merilis kasus tersebut.

Boby menjelaskan, pihaknya sudah mengingatkan agar semua pihak menjaga kondusifitas Pilkades serentak di Kabupaten Jombang yang digelar Senin (4/11/2019). Oleh sebab itu, dua hari sebelum Pilkades digelar atau Sabtu (2/11/2019), Polres Jombang sudah menerjunkan Satgas Antijudi.

Walhasil, sehari dilaunching, tim tersebut sudah berhasil menangkap tiga pelaku di Desa Sentul, Kecamatan Tembelang. Karena ditemukan sejumlah barang bukti, para pelaku tidak bisa berkutik. Mereka hanya bisa pasrah ketika digelandang ke kantor polisi.

Kapolres Jombang AKBP Boby P Tambunan menunjukkan barang bukti uang taruhan Pilkades, Minggu (3/11/2019)

Boby kemudian menjelaskan kronologi penangkapan tiga botoh tersebut. Awalnya, pada Kamis (31/10/2019) YL menemui PS di Desa Sentul. Dalam pertemuan itu, YL menawarkan kepada PS bahwa ada uang untuk taruhan yang menjagokan salah satu calon. PS kemudian mencari lawan.

Selanjutnya, PS bertemu dengan NP dan menawarkan adanya taruhan tersebut. NP pun meyanggupi dan menjagokan calon lainnya. NP kemudian menyerahkan uang Rp 5 juta. Oleh PS uang tersebut diserahkan kepada YL. Di tangan YL, uang taruhan terkumpul Rp 10 juta.

“Dari situ, PS mendapatkan fee sebesar Rp 350 ribu, sedangkan YL mendapatkan Rp 150 ribu. Ketiga pelaku akhirnya kita tangkap. Mereka dijerat pasal 303 KUHP tentang perjudian,” pungkas mantan Kapolres Bangkalan ini. [suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar