Surabaya (beritajatim.com) – Yayasan Yohannes Gabriel, pionir pendidikan Katolik di Indonesia merayakan ulang tahun ke-99 tahun pada Jumat (25/10/2024). Acara ini mengusung tema “In Unitate Et Caritate,” yang berarti Dalam Persatuan dan Kasih.
Sekretaris Yayasan RD. Robertus Theo Elno Respati mengatakan, perayaan ini adalah momen penting dalam mempersiapkan peringatan 100 tahun yayasan. Karena itu, menekankan pentingnya kasih dan persatuan dalam pendidikan yang terus berkembang.
“Dengan mengedepankan kasih dan persatuan, HUT kali ini tidak hanya merayakan hampir satu abad keberadaan yayasan, tetapi juga menekankan nilai-nilai tersebut yang sangat relevan dalam pendidikan saat ini,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa saat ini ada lebih dari 150 sekolah bernaung di bawah yayasan ini, yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan misi utama mencerdaskan anak bangsa. “Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang layak bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Dalam rangkaian perayaan ini, pihak yayasan juga melaksanakan sesi refleksi bertema “Warisan dan Visi Masa Depan: Membangun Pendidikan yang Tangguh di Era Digital.”
Romo Theo menyatakan pentingnya refleksi dalam setiap perjalanan. “Kami merespons kemajuan teknologi dengan menyesuaikan sistem pembelajaran dan pengelolaan sekolah, serta membangun lembaga yang berakar pada kearifan lokal,” tambahnya.
Selain itu, yayasan juga memberikan penghargaan kepada guru dan karyawan yang telah mengabdi selama 20 dan 25 tahun, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen mereka terhadap pendidikan di tanah air. [ipl/suf]






