Jombang (beritajatim.com) – Yatim Mandiri Cabang Jombang melaunching kantor layanan program dan asrama yatim di Desa Blimbing Kecamatan Gudo, Jumat (17/2/2023). Peresmian asrama yatim tersebut ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan Asisten 1 Bupati Jombang Purwanto.
Asrama tersebut berdesain minimalis. Sebuah pita memanjang di pintu utama. Begitu pita tersebut terpotong, hadirin yang ada di lokasi langsung memberi aplaus. Selanjutnya Purwanto yang didampingi Camat Gudo Arif serta pejabat dari Yatim Mandiri langsung mengecek seluruh ruangan.
Dalam kesempatan itu, Purwanto memberikan apresiasi kepada Yatim Mandiri Jombang yang ikut andil dalam pengelolaan zakat dan pemeliharaan anak yatim di Kota Santri. Purwanto juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim yang hadir agar selalu bersemangat untuk meraih cita-cita.
[berita-terkait number=”3″ tag=”anak-yatim”]
Bagi Purwanto, menjadi yatim atau piatu bukan halangan untuk mewujudkan cita-cita. “Banyak kisah anak yatim yang sukses. Yang pasti harus rajin belajar, taat kepada guru, dan senantiasa rajin beribadah. Kami mengucapkan terima kasih kepada Yatim Mandiri yang telah membantu pemerintah dalam pengelolaan zakat dan anak yatim,” kata Cak Gempur, panggilan akrab Purwanto.
Direktur Wakaf Mandiri Sugeng Riadi menjelaskan bahwa tanah yang digunakan untuk asrama yatim merupakan wakaf dari Suhardi asal Jombang. Pada 2013, Suhardi mewakafkan dua bidang tanah kepada Yatim Mandiri di Desa Blimbing. Satu bidang digunakan untuk kantor layanan program dam asrama yatim. Sedangkan satu bidang lagi akan digunakan untuk sentra peternakan.
Nah, setelah melalui proses panjang tanah wakaf tersebut akhirnya diresmikan. “Wakaf Mandiri merupakan bagian dari Yatim Mandiri. Semoga anak-anak yang tinggal di asrama ini mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Hardi sebagai pewakaf,” kata Sugeng saat sambutan.

Staf Program Yatim Mandiri Cabang Jombang Shofa Nada Firdaus menambahkan, selain launching asrama yatim dan layanan program, pihaknya juga memberikan paket gizi gratis untuk anak yatim dan dhuafa. Penerima bantuan itu diminta naik panggung. Kemudian Yatim Mandiri menyerahkan paket bantuan secara simbolis.
Sebagai awalan, lanjut Shofa, ada 15 anak yatim yang tinggal di asrama tersebut. Selanjutnya akan ditambah sesuai dengan kapasitas. Selain belajar, anak-anak tersebut juga dibekali skill agar bisa mandiri. Makanya di depan asrama tersebut juga akan dibangun sentra peternakan kambing. “Ini asrama yang pertama Yatim Mandiri di Jombang,” katanya.

Shofa menambahkan, pihaknya berharap dari asrama tersebut akan melahirkan generasi yang mumpuni. Yakni mandiri secara finansial dan memiliki ilmu yang memadai. “Program utamaya tahfid atau hafalam Alquran. Namun mereka juga diberikan keterampilan. Mulai peternakan ikan hingga kambing,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh pewakaf, Suhardi. “Semoga dengan diresmikannya asrama yatim ini menjadi doa bagi keluarga saya. Memberikan kebahagiaan kepada kedua orangtua saya yang sudah di alam baka,” ujar mantan pejabat Pemkab Jombang ini. [suf/ted]






