Surabaya (beritajatim.com) – STIDKI (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam) Ar Rahmah resmi meluluskan puluhan wisudawan yang ke-4. Total sebanyak 55 mahasiswa yang lulus. Dari jumlah itu, 33 wisudawan akademik dan 22 wisudawan Alquran.
Mereka resmi menyandang gelar sarjana dan sekaligus pengukuhan yang digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, pada Sabtu (11/11/2023).
Acara wisudawan STIDKI itu juga dihadiri oleh Ustad Adi Hidayat yang memberikan beasiswa S2 terhadap untuk 3 wisudawan akademik dan 4 wisudawan Alquran.
“Saya sampaikan selamat kepada citivas akademika STIDKI Ar Rahmah karena sudah berhasil melahirkan da’i, ulama dan imam terbaik di zaman ini,” kata Ustad Adi Hidayat.
STIDKI juga telah meluluskan salah satu mahasiswanya yang merupakan wisudawan terbaik dari program studi Manajemen Dakwah Ahmad Fadlan Rizki.
BACA JUGA: Percepat Kelulusan, UM Gelar Wisuda Dua Periode Sekaligus
Fadlan yang memiliki IPK 3,79 itu pun menceritakan pengalamannya saat berkunjung di Atambua, yakni kawasan yang merupakan perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Kala itu, saat pertama tiba di Atambua, Fadlan berkenalan dengan penduduk di sana. Banyak dari masyarakat yang memutuskan untuk menjadi mualaf.
“Kami banyak diberikan pengalaman kesempatan beberapa waktu lalu. Saya dapatkan amanah untuk berhikmah di ujung negeri di Atambua perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Ketika pertama kali sampai di tempat itu, saya berkenalan dan banyak orang dan banyak bertemu dan banyak kali saudara-saudara mualaf,” kata Fadlan, saat pidatonya di hadapan puluhan wisudawan.
Sayangnya, lanjut Fadalan, seusai menjadi mualaf mereka tidak dipupuk secara keimanannya sehingga menyebabkan lupa akan syahadat. Hal itu yang membuat Ahmad bergerak untuk melakukan perubahan. Dia memutuskan untuk membuat program pembinaan bagi mualaf. Salah satunya membaca Alquran.

“Hari ini sudah banyak yang bisa membaca Alquran dari ibu-ibu mualaf tersebut alhamdulillah ada yang masih Iqro 6 masih Iqro 5 tapi walillahilham ini merupakan karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala Allah. Pengalaman saya selama sekian bulan di Atambua kiprah,” ungkap dia.
Sementara itu,Ketua STIDKI Ar Rahmah Shobikhul Qisom meminta kepada wisudawan bahwa mereka harus berkontribusi positif dalam pembangunan Indonesia dan Islam. “Ini telah diterapkan oleh wisudawan, bahkan sebelum menjadi sarjana,” pungkas dia. [asg/suf]






