Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melepas 227 lulusan pada Wisuda XXI di Dyandra Convention Center, Rabu (22/4/2026). Rektor mengingatkan tantangan besar mulai disrupsi teknologi hingga krisis integritas.
Ratusan wisudawan tersebut berasal dari jenjang Ahli Madya, Sarjana, Magister, hingga Profesi. Mereka kini bersiap memasuki dunia kerja yang berubah cepat akibat kehadiran kecerdasan buatan atau AI.
Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono menekankan pentingnya kelincahan belajar. Ia menyebut banyak pekerjaan saat ini berpotensi hilang dalam lima tahun ke depan akibat dominasi teknologi kecerdasan buatan.
“Jangan terpaku pada apa yang kalian pelajari di kelas saja. Jadilah pembelajar yang lincah. Ingatlah kalian berhenti belajar hari ini, kalian akan tertinggal besok,” tegas Prof. Tri Yogi.
Selain teknologi, persaingan global menjadi fokus utama yang harus dihadapi lulusan. Persaingan kini tidak lagi terbatas pada level lokal atau nasional, melainkan melibatkan talenta dari seluruh dunia.
“Kalian tidak hanya bersaing dengan lulusan dari Surabaya atau Indonesia. Tapi juga dengan talenta seluruh dunia. Buktikan bahwa kalian lulusan Unusa yang kompeten dan profesional,” lanjutnya.
Tri Yogi juga memberikan peringatan mengenai ujian integritas di lingkungan kerja. Karakter lulusan akan diuji saat dipertemukan dengan pilihan antara jalan pintas atau kejujuran yang penuh tantangan.
“Di dunia kerja kalian akan dihadapkan pada persimpangan jalan antara jalan pintas yang menggiurkan dan jalan lurus dengan penuh tantangan. Di sinilah karakter integritas akan diuji,” paparnya.
Meskipun tantangan berat membentang, rektor meminta para wisudawan tidak gentar. Nilai-nilai keislaman yang ditanamkan selama perkuliahan diharapkan menjadi pegangan utama dalam melangkah di masyarakat.
“Jangan gentar. Tantangan itu bukanlah tembok halangan, melainkan tangga untuk naik kelas. Gunakan kompetensi dan nilai-nilai keislaman menjadi kompas kalian,” pungkas Prof. Tri Yogi. [ipl/kun]






