Surabaya (beritajatim.com) – Harga bahan pokok di wilayah Kota Surabaya relatif terkendali menjelang lebaran ini. Bahkan sejumlah komoditas mengalami penurunan harga.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (SISKAPERBAPO) per 20 April 2024 harga beras premium Rp 12.555 ribu per kilogram, beras medium Rp 10.390 ribu per kilogram, gula kristal putih Rp 13.117 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp 15.141 ribu per liter.
Untuk daging sapi mengalami kenaikan namun dalam batas wajar di bawah Harge Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 120.447 ribu per kilogram, daging ayam ras Rp 35.789 ribu per kilogram, daging ayam kampung Rp 67.043 per kilogram.
BACA JUGA:
Satgas Pangan Jamin Harga Bahan Pokok di Jatim Stabil
Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya,Achmad Hidayat menyebut kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok dan stok pangan melalui pemantauan harga dan operasi pasar sebagai langkah yang tepat untuk menekan inflasi.
“Kebijakan yang telah diambil Pemkot Surabaya dibawah kepemimpinan Eri Cahyadi – Armuji tepat mengambil sejumlah kebijakan dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok,” kata Achmad usai doa bersama dan santunan anak yatim piatu di Masjid Fisabilillah Kelurahan Krembangan Selatan, Kamis (20/4/2023) malam.
BACA JUGA:
Update Harga Minyak dan Bahan Pokok Lainnya di Jawa Timur
Menurut Achmad, terjaganya harga sembako di pasar memberikan ruang masyarakat Surabaya agar bisa membeli bahan pokok dengan harga terjangkau. Sehingga roda perekonomian semakin bergerak. “Kerja kolaborasi menjaga harga bahan pokok untuk menjamin warga Surabaya agar tetap sejahtera merupakan kebijakan merakyat yang patut diapresiasi,” kata politisi muda PDIP Surabaya ini.
Disisi lain, Achmad mengatan warga Surabaya yang selama dua tahun berturut-turut lebaran idulfitri di masa pandemi Covid-19, merasa tahun ini sebagai tahun yang penuh berkah karena beribadah tanpa ada rasa khawatir. “Semua berharap agar lebaran idulfitri kali ini dapat berlangsung dengan khidmat sebagai momentum mempererat ukhuwah antar sanak saudara,” pungkas mantan aktivis GMNI ini. [asg/suf]






