Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah warung makan bebek yang jarang diketahui oleh khalayak umum, Bebek Soponyono, menjadi destinasi kuliner yang menarik di tepi Jembatan Suramadu. Lokasinya yang unik, berada gazebo di bawah pohon rindang, memberikan pengalaman kuliner yang tak terlupakan.
Dengan angin segar yang menerpa, gazebo di bawah pohon rindang, dan panorama jembatan Suramadu yang mempesona, warung ini menjadi tempat yang cocok untuk disinggahi, terutama menjelang sore hari.
Sinar matahari yang tidak terlalu menyengat menambah kenikmatan saat menikmati hidangan.
Hidangan utama di warung ini adalah bebek yang disajikan bersama nasi putih pulen dan bumbu hitam yang khas. Bumbu hitamnya, berpadu dengan jahe, lengkuas, dan kunyit, memberikan cita rasa pedas, gurih, dan sedap yang menggoda selera.
Yang menarik, warna hitam pada bebek bukan berasal dari kluwek seperti biasanya, melainkan hasil dari proses memasak yang teliti.

Bebek khas Madura ini dimasak menggunakan minyak sayur yang melimpah. Proses ungkep bebek dalam minyak tersebut memakan waktu lama, hingga bumbu meresap dan warna berubah menjadi hitam dan berminyak.
Pemilihan bebek jantan dengan kandungan lemak yang lebih sedikit, ditambah proses pembakaran sebelum proses ungkep, menambah kualitas dan kelezatan hidangan.
Tidak hanya lezat, tetapi harga seporsi nasi bebek yang hanya Rp20 ribu membuat Warung Bebek Soponyono semakin diminati, terutama pada akhir pekan. Kombinasi kelezatan dan harga yang terjangkau menjadikan warung ini sebagai pilihan utama para penggemar kuliner.
Dengan keunikan lokasi, proses memasak khas, dan harga yang ramah di kantong, Warung Bebek Soponyono menjadi destinasi kuliner yang layak dikunjungi bagi mereka yang mencari pengalaman kuliner yang berbeda di Jawa Timur. Hidangan bebeknya yang lezat dan cita rasa yang khas membuat warung ini menjadi rahasia kuliner yang patut diungkap. [beq]






