Tuban (beritajatim.com) – Warga Tuban berbondong-bondong mencoba wahana Rumah Horor Indonesia (RHI) yang berada di Jalan Pramuka tepatnya di Gedung Juang.
Wahana horor ini pertama kali di Bumi Wali Tuban. Tak ayal banyak masyarakat yang rela antre karena penasaran seberapa menakutkan rumah horor tersebut.
Salah satu pengunjung bernama Fika mengaku datang bersama kawan-kawannya. Pelajar SMKN 2 Tuban ini ingin merasakan sensasi rumah horor “Gedung Angker Pramuka”. “Penasaran kak, ini kan lagi viral banget di Tuban, terus kebetulan sama teman-teman pengen nyoba, ternyata seram,” ucap Fika.
Terlepas dari itu semua, Fika mengaku senang dengan adanya rumah horor ini. Karena bisa menambah ‘kejutan’ yang belum pernah ada di Tuban. “Pokoknya wajib dicoba sama teman-teman. Soalnya selama ini belum pernah ada di Tuban,” imbuhnya.
Sementara itu, manajer Rumah Horor Indonesia, Untung mengungkapkan, event yang diselenggarakan olehnya ini menyasar ke seluruh Indonesia. Kebetulan, untuk tanggal 17 Mei – 16 Juni 2024, Tuban menjadi kota pilihan.
“Kita biasanya di mal ke kota-kota lain yang ada di Indonesia. Kemarin kita habis dari Sulawesi, terus ini kita ke Jawa Timur, setelah Tuban ke Bojonegoro,” ujar Untung.
Menurutnya, wahana rumah horor tersebut cocok untuk semua kalangan. Baik anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Untuk tiket harganya relatif terjangkau, yakni sebesar Rp15 ribu, kecuali hari libur dipatok Rp20 ribu. “Memang ini tujuannya untuk uji nyali, jadi cocok untuk semua kalangan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, konsep rumah horor yang disajikan berbentuk labirin. Setiap masuk ruangan, ada berbagai macam hantu yang akan membuat nyali menciut. Mahluk buatan itu di antaranya, pocong, genderuwo, kuntilanak dan sejenisnya. “Hantunya kita pakai manusia, ada juga sih replika patung-patung,” kata dia.
Sayangnya, event tersebut tidak sampai lama. Oleh karenanya, pengunjung sangat antusias, bahkan ada yang datang dari Kabupaten Lamongan dan Bojonegoro. “Sehari bisa seribu pengunjung, karena bukan hanya masyarakat Tuban,” terang dia.
Untung memang sengaja memilih Tuban. Sebab melihat potensi daerah Tuban yang belum pernah ada wahana seperti ini. Sedangkan pemilihan gedung juang sebagai lokasi karena lokasi tersebut memang sudah terlihat angker.
“Kebetulan gedung juang Tuban ini nuansanya angker. Seingga kita jadikan tempat untuk wahana rumah horror Indonesia,” pungkas Untung. [ayu/suf]






