Sidoarjo (beritajatim.com) – Ahmad Mukiyin (23), warga Tuban, ditemukan meninggal oleh pihak keluarganya dan rekannya di kontrakannya dengan kondisi sudah membusuk. Korban meninggal diduga dibunuh oleh saudara sekaligus teman satu kerja.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan pembunuhan itu terkuak setelah pihak keluarga mendatangi kontrakan korban. Keluarga curiga karena empat hari tak ada kabar sama sekali. Dia terlihat terakhir pada hari Senin (31/7/2023), masih melakukan aktivitas jualan pecel lele di depan kontrakan.
Korban meninggal sudah sekitar empat hari yang lalu. Kondisi jasad korban membusuk dan mengeluarkan darah.
“Korban kemudian dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk dilakukan otopsi,” ucap sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (6/8/2023).
Dugaan lanjut sumber itu, korban dibunuh oleh saudaranya yang juga tinggal di Sidoarjo. Pelaku membunuh korban Ahmad Mukiyin diduga lantaran sakit hati, karena motor kesayangannya dijual ibunya ke korban.
Akibat sakit hati itulah pelaku yang berinisial RI (24) merencanakan pembunuhan tersebut. Pada hari Minggu (30/07/23) pelaku mulai menjalani rencana pembunuhan itu dengan cara meminta ketemuan dengan korban.
Karena akan ada ketemuan, korban kemudian menjemput pelaku RI di salah satu tempat yang ditentukan. Setelah dijemput, pelaku sempat menginap di tempat kos korban yang juga tempat jualan nasi bebek.
Saat di tempat kontrakan tersebut, pelaku sempat membantu korban dalam persiapan untuk berjualan pada Senin malam (31/7/2023). Setelah jualan pada Selasa dinihari (1/8/2023), pelaku mengajak korban dan saksi AL untuk pesta miras.
“Ketiganya minum arak yang sudah disiapkan oleh pelaku dan pelaku RI saat itu berperan menuangkan miras tersebut,” urainya.
Lanjut sumber, pada saat pesta miras tersebut, pelaku RI mendapatkan giliran pertama meminum miras, giliran kedua adalah saksi AL dan ketiga ada korban Mukiyin. Pada putaran pertama pelaku belum memasukkan racun serangga yang sudah dipersiapkan.
Pada putaran kedua, setelah saksi AL selesai meminum miras, kemudian giliran korban Mukiyin. “Pada saat itulah pelaku memasukkan racun serangga ke dalam gelas dan dicampur dengan miras,” ungkapnya.
Setelah menenggak miras berisi racun serangga tersebut, dalam hitungan detik korban Mukiyin tersebut langsung tumbang. Saksi AL yang melihat korban tumbang langsung panik. Namun pelaku meyakinkan AL, bahwasanya korban Mukiyin sedang kesurupan, hingga akhirnya pelaku mengajak saksi untuk memindahkan korban dari teras tempat jualan ke dalam kamar kontrakan.
BACA JUGA:
Gus Muhdlor Serahkan Sound System untuk 831 RT di Kecamatan Taman Sidoarjo
“Setelah korban dipindahkan ke kamar, pelaku RI mengajak saksi AL untuk membeli bunga untuk mengobati kesurupan yang dialami korban. Saksi pun menurut karena tak mengetahui rencana pelaku. Usai membeli bunga, pelaku memasukkan bunga tersebut ke dalam ember berisi air dan dibawa ke kamar korban. Selanjutnya saksi AL disuruh pulang oleh pelaku dengan alasan supaya tidak ikut kesurupan,” jelas sumber.
Korban yang sudah tak bergerak tersebut ditinggalkan oleh pelaku. Sebelum meninggalkan korban, pelaku terlebih dahulu mengambil HP, dompet, cincin, dan motor korban. Kemudian pelaku kabur ke arah rumahnya di Rangkah Kidul, Sidoarjo.
Mengenai pelaku apakah saudara korban atau bukan, Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo membenarkan adanya hal tersebut. “Pelaku adalah saudara korban,” ungkapnya kepada wartawan.
Untuk kepastian motif dan juga cara pembunuhan yang dilakukan pelaku, Andaru enggan berkomentar lebih. “Selanjutnya tunggu rilis besok senin,” tambahnya. [isa/but]






