Magetan (beritajatim.com) – Budi Santoso (46) warga Solo, Jawa Tengah, salah satu anggota relawan Anak Gunung Lawu (AGL) Cemoro Kandang berhasil merekam aktivitas macan tutul di kawasan Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur. Dalam video yang dia bagikan di akun Facebook pribadinya, terlihat seekor macan tutul Jawa yang gemuk dan beraktivitas dengan leluasa di dekat ilalang.
Budi membenarkan jika dia sengaja memasang kamera trap untuk mengintip aktivitas kucing besar itu. Dia ingin mendapatkan rekaman aktivitas satwa bernama latin Panthera pardus melas itu. Sehingga, dia bisa membagikan rekamannya untuk memberitahu masyarakat.
“Selain sebagai relawan saya memang sengaja ingin mengabadikan satwa di Gunung Lawu dengan kamera trap. Saya ingin menunjukkan bahwa masih ada kucing besar di sini yakni macan tutul jawa. Tujuannya agar masyarakat tahu dan tidak mengganggu habitatnya dan sumber makananya,” kata Budi, Sabtu (5/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”gunung-lawu”]
Dia menceritakan jika salah satu kamera trap yang dipasang merekam aktivitas macan tutul Jawa pada 26 Juni 2022 sekitar jam 16.30 WIB pada ketinggian 1.200 meter diatas permukaan laut. Budi mengaku khawatir dengan masifnya pembukaan lokasi wisata dan pembukaan lahan untuk pertanian belakangan ini yang membuat habitat macan tutul Jawa semakin tergusur.
“Jangan sampai nanti habitat binatang yang senang hidup menyendiri ini berkurang akibat direbut manusia. Populasinya saat ini bagus, hampir di semua lokasi yang vegetasi hutannya rapat pasti terdapat macan tutul Jawa,” ungkap Budi yang akrab dipanggil Budi Bhabie tersebut.
Dia menilai jika populasi macan tutul di Gunung Lawu bagus karena di rekaman kamera trap sebelumnya terdapat macan tutul yang hamil dan membawa anak. “Populasinya bagus, ada yang terekam sudah berkembang biak. Sebarannya merata, terbanyak di Singolangu yang vegetasi hutannya rapat. Kemudian Mongkrang hingga Wonogiri ada,” imbuhnya.
Hasil hasil rekaman dari kamera trap yang dipasangnya tidak akan dijual. Rekaman itu akan dijadikan koleksi karena memang hobinya. “Mari kita jaga agar hutan Gunung Lawu dan isinya tetap lestari. Exploitasi pariwisata dan pembukaan lahan untuk diatur agar teritorial macan tutul tidak direbut manusia,” pungkasnya. [fiq/suf]






