Sampang (beritajatim.com) – Pamit memperbaiki listrik, Rizki Maulana (24) warga Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, justru meninggal karena kesetrum.
Kejadian naas tersebut diketahui pertama kali oleh Puniah (50) warga setempat yang kebetulan mencari kayu bakar tidak jauh dari lokasi korban. Dia penasaran ada sosok manusia tergeletak. Ia menghampiri dan ternyata mengenali korban.
Tidak berfikir panjang, kemudian ia bergegas menuju rumah korban untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak keluarga. Sontak, istri korban histeris dan menuju lokasi untuk menjemput suaminya dalam kondisi tidak bernyawa.
“Melihat korban tergeletak, saksi bergegas menuju ke rumah korban dan memberitahukan kejadian tersebut,” terang Kapolsek Ketapang Iptu Abid Uais Al-Qarni Aziz.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kesetrum”]
Abid menambahkan, usai mendapat laporan dari Puniah, istri korban menuju lokasi dan membenarkan bahwa pria yang tergeletak tersebut adalah suaminya. Lalu, mereka meminta pertolongan warga dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian setempat.
“Korban kesetrum kabel listrik yang tidak standar atau SNI, karena dari meteran listrik menuju rumahnya menggunakan kabel kecil yang jaraknya hampir 1 kilometer,” tegasnya.
Atas musibah ini, pihak keluarga menerima dan menganggap kejadian yang menimpa suaminya adalah kecelakaan sendiri sehingga tidak menuntut atau melanjutkan ke proses hukum. “Menurut istrinya, korban sempat berpamitan untuk memperbaiki listrik tapi justru terjadi musibah yang menghilangkan nyawa suaminya,” tandasnya. [sar/suf]






