Surabaya (beritajatim.com) – Syahar, warga Probolinggo yang tewas dikeroyok 5 warga di Perak Timur Surabaya ternyata sempat mengamuk di pom bensin Jalan Jakarta. Hal itu terungkap setelah Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan penyelidikan dan menetapkan 5 tersangka.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Ryzki Wicaksana menjelaskan jika korban Syahar tidak bisa disebut pencuri lantaran dalam kejadian tersebut korban sama sekali tidak membawa barang-barang yang ada di dalam rumah.
“Unsurnya belum memenuhi sebagai tindak pidana pencurian. Jadi tidak bisa disebut pencuri,” ujar Ryzki, Kamis (16/03/2023).
Saat ini petugas kepolisian masih menunggu hasil otopsi termasuk dari ahli Toksikologi untuk memeriksa kadar alkohol dalam tubuh korban. Tes tersebut dilakukan lantaran, menurut Ryzki, korban Syahar sempat mengamuk di Pom Bensin Jalan Jakarta. Amukan tersebut disertai dengan Syahar yang menggedori setiap kaca mobil dan truk yang sedang mengisi bensin.
“Masih penyelidikan, korban juga masuk rumah karena pagar tidak digembok,” imbuh Ryzki.
Ditanya terkait kondisi mental korban, Ryzki memastikan jika dari keterangan anak kandungnya yang datang, Syahar dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Polres Pelabuhan Perak menetapkan 5 tersangka dalam kasus warga Probolinggo yang dikeroyok di Surabaya, Kamis (16/03/2023). Dari 5 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, Polisi mengamankan 4 orang dan 1 lainnya masih buron.
BACA JUGA:
Pria Probolinggo Tewas Dimassa di Surabaya, Diduga Maling
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Herlina menjelaskan jika kelima tersangka adalah AG (32) warga Pabean Cantikan, MM (27) warga Bangkalan, HR (34) warga Krembangan, RL (47) warga Indrapura dan WD yang masih buron.
Kejadian tersebut bermula dari korban Syahar (60) yang tiba-tiba masuk ke rumah Lubenah (75) dan mengamuk. Syahar sempat merusak beberapa barang seperti kursi, pot bunga dan guci antik bernilai jutaan. Aksi korban langsung diketahui oleh pembantu rumah Lubenah.
“Pembantunya lalu menelpon AG untuk meminta bantuan. AG ini adalah keponakan dari pemilik rumah,” ujar Herlina, Kamis (16/03/2023) di Polres Pelabuhan Perak, Kamis (16/03/2023).
Baca Juga:
Polisi Tetapkan Tersangka Lain di Kasus Wahyu Kenzo
Kematian Taruna Poltekpel Surabaya, Polisi Tetapkan Tersangka Baru
AG lantas datang ke lokasi kedua pegawainya yakni MM dan WD. Saat tiba di lokasi, AG memerintahkan kepada Syahar untuk keluar rumah. Namun, bukannya menurut, AG malah dilempar batu oleh Syahar.
“Setelah mendapatkan perlawanan itu, AG memanggil satpam yang kebetulan pos satpam itu di dekat lokasi kejadian. Jadi dua satpam HR dan RL datang langsung,” imbuh Herlina.
Saat itulah, keempat orang tersebut langsung mengamankan Syahar dan mengikat kedua tangan dan kakinya. Lantas, Syahar dipukuli hingga meninggal. Jenazah Syahar sempat tergeletak di tengah jalan. Beberapa warga sekitar juga sempat melihat. Tak berselang lama, jenazah Syahar lantas dipinggirkan ke trotoar oleh HR dan RL. [ang/but]






