Magetan (beritajatim.com) – Pilihan FK (40) wanita yang tinggal di Desa Jambangan, Kawedanan, Magetan untuk mengakhiri hidup menyadarkan Pemkab Magetan.
FK memilih mengakhiri hidup karena tak kuat menahan malu pasca ketahuan mencuri mie instan dan makanan ringan di sebuah warung kelontong di Desa Bogem, Kawedanan, Magetan pada 22 November 2023.
Pj Bupati Magetan Hergunadi pun angkat bicara soal kejadian naas itu. Baginya, kejadian itu menyadarkan Pemkab Magetan untuk lebih fokus pada upaya pengentasan kemiskinan ekstrim sekaligus upaya penanganan gangguan psikologis.Lantaran, faktor utama yang mendorong FK mengakhiri hidup bisa dipastikan bukan karena kemiskinan semata.
”Mungkin ada masalah-masalah psikologis yang lain. Karena kalau misalnya miskin ekstrim sampai tidak bisa mandiri Pemkab Magetan kan ada program. Jadi kemungkinan ada hal-hal tertentu selain masalah finansial yang mungkin mendorong orang untuk bunuh diri pada orang itu,” kata Hergunadi pada beritajatim.com, Minggu (26/11/2023).
Baca Juga:
Perdana, 320 Peserta Bersaing di Bupati Cup E-Sport Magetan
Karenanya, lanjut Hergunadi, hal itu yang menyadarkan pemerintah untuk lebih memperhatikan kondisi psikologis masyarakat sekaligus penanangannya.
”Sebenarnya kami sudah membuka Poli PSikiatri di RSUD dr Sayidiman Magetan. Otomatis bisa konsultasi di situ juga. Mungkin adanya poli ini belum tersosialisasikan pada masyarakat. Sehingga belum banyak yang memanfaatkan,” kata mantan Sekda Magetan itu.
”Nah kami juga mengharapkan peran serta keluarga masing-masing kalau tetangga mungkin malu tapi kalau keluarga masing-masing pada saat keluarganya ada indikasi seperti itu agar didorong untuk konseling,” pungkasnya. [fiq/ted]






