Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan pihaknya akan segera melaporkan oknum pelaku pungutan liar (pungli) ke kejaksaan. Menurut Eri, tidak ada lagi ruang untuk oknum pemkot Surabaya terlibat pungli.
“Terkait pungli tenaga kontrak saat ini sudah dilakukan proses pelaporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Setelah pelaporan tersebut, ia berharap, Kejari Surabaya bisa memproses cepat pelaporan kasus itu,” kata Eri, Kamis (2/2/2023).
Selain itu, untuk pungli di Kelurahan Bangkingan Eri mengatakan saat ini Pemkot Surabaya sedang melakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan, dipastikan mendapat sanksi berat.
“Itu yang di Bangkingan ya, sudah dilakukan pemeriksaan. Insya allah berproses, akan segera keluar sanksi yang berat,” katanya.
Eri menyampaikan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021, sanksi berat yang dimaksud adalah penurunan jabatan dan diturunkan pangkatnya.
“Jadi ada dua itu sanksi berat yang sesuai dengan PP,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”eri-cahyadi”]
Tak hanya itu, Eri mengungkapkan, masih menerima satu laporan pungli yang akan ditindak lanjuti oleh Kejari Tanjung Perak Surabaya.
“Semoga prosesnya bisa cepat, sehingga itu bisa menjadi wawasan (peringatan) orang pemkot, jangan sampai terlibat pungli. Satu lagi juga ada yang akan masuk laporannya ke Kejari Tanjung Perak, kasusnya sama, menjanjikan pekerjaan,” ungkap Eri Wali Kota Surabaya.
Eri mengingatkan kepada warganya, untuk tidak takut melaporkan tindakan pungli. Akan tetapi, lanjutnya, pelaporan terkait pungli harus ada bukti konkrit, sehingga bisa ditindak lanjuti.
“Walaupun tidak ada bukti, tapi beliau membuat surat pernyataan, saya bisa tindak lanjuti. Sehingga ketika saya laporkan itu ke kepolisian atau kejaksaan, maka pelapor bisa menjadi saksi di pengadilan,” tutur Eri.[asg/ted]






