Mojokerto (beritajatim.com) – Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 di salah satu hotel di Kota Mojokerto. Forum yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mojokerto ini bertujuan untuk mencapai satu pemahaman terkait Regsosek.
Yakni pendataan seluruh penduduk yang mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi yang sangat beragam mulai dari kondisi demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset, hingga informasi geospasial. Ning Ita (sapaan akrab, red) meminta agar masyarakat untuk memberikan data sebenar-benarnya saat disensus oleh petugas BPS.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
“Karena hal tersebut sangat dibutuhkan untuk dapat menghasilkan data yang akurasi dan validitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga terdapat satu data yang kedepan akan bermanfaat sebagai dasar menentukan suatu kebijakan. Jadi ini sebuah bentuk simbiosis mutualisme,” ungkapnya, Selasa (20/9/2022).
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, lanjut orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini, membutuhkan data-data yang dihasilkan BPS. Termasuk dalam perencanaan berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Pendataan tersebut juga bagian dari upaya mendukung program Presiden Jokowi untuk menghapus kemiskinan ekstrem di tahun 2024.
Perlu diketahui, pendataan Regsosek tahun ini akan berlangsung mulai 15 Oktober hingga 14 November. Pendataan akan dilakukan oleh tim dari BPS dengan mendatangi rumah ke rumah warga Kota Mojokerto. Setiap tim yang bertugas akan dilengkapi surat tugas resmi dari BPS Kota Mojokerto demi menghindari hal yang tidak diinginkan. [tin/kun]






