Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah berkembangnya teknologi digital pada society 5.0, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengingatkan para pedagang agar terus mengikuti perkembangan yang ada. Tidak terpaku pada cara-cara dagang konvensional.
“Kalau ingin tetap eksis, ingin tetap bertahan di era digitalisasi atau istilahnya adalah industri 4.0 atau society 5.0 atau era digital maka kita harus ikut berubah, beradaptasi menyesuaikan dengan perkembangan di era digitalisasi ini,” ungkapnya, Sabtu (29/10/2022).
Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto sudah menyiapkan fasilitas pendampingan bagi seluruh pelaku usaha khususnya UMKM Kota Mojokerto. Yakni untuk memberikan pelatihan bagaimana menjadi pedagang di pasar online.
“Tujuannya agar para pedagang, pelaku UMKM kota Mojokerto bisa go digital. Silahkan diakses fasilitas yang tersedia di Diskopukmperindag, tinggal menghubungi ke kantor dinas. Kami siap memfasilitasi. Berkaitan dengan sektor perdagangan kami juga memfasilitasi untuk bantuan akses permodalan melalui ultra mikro,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wali-kota-mojokerto”]
Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto menambahkan, untuk mendukung digitalisasi keuangan daerah, Pemkot Mojokerto sudah menerapkan pembayaran retribusi secara online. Yakni melalui program Rejo Anguripi.
“Cukup scan pakai handphone, uangnya tidak akan masuk ke kantong yang narik tapi langsung masuk kasnya pemerintah kota. Jadi ini juga akan mencegah adanya tindak pidana korupsi. Mohon para pedagang ikut menyukseskan program ini,” pungkasnya. [tin/but]






