Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak para peserta Masa Pengenalan Lingkungan Siswa tahun ajaran 2023/2024 untuk berperilaku hidup sehat dengan mengurangi sampah plastik.
Hal tersebut disampaikan saat Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolan dan Doa Bersama di Alun-alun Wiraraja Kota Mojokerto.
Setelah Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Wali Kota Mojokerto mengajak sarapan bersama. Sebelumnya, para peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah membawa makanan dan minuman dari rumah.
Makanan dan minuman tersebut dikemas dalam wadah dan tumbler.
“Ini bagian dari kampanye edukatif. Jadi kita semua di daerah inikan memiliki satu tujuan untuk bisa mewujudkan salah satu goal. Bagaimana menciptakan lingkungan bersih berkelanjutan. Lingkungan bersih berkelanjutan salah satunya harus terbebas dari sampah,” ungkapnya, Senin (17/7/2023).
BACA JUGA:
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Digelar Serentak di Alun-alun Wiraraja Kota Mojokerto
Sehingga, masih kata orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto ini, bumi dapat diwariskan kepada anak cucu bumi yang sehat.
Yakni bumi yang bersih, bumi yang nyaman bagi mereka untuk tinggal. Sehingga pihaknya mengajak anak sejak dini menjadi budaya dan prilaku agar tidak memperbanyak jumlah sampah.
“Tidak memperbanyak jumlah sampah di Kota Mojokerto maka caranya adalah salah satunya meminimalisir penggunaan sampah plastik yang berasal dari air minum kemasan. Mereka kita ajak untuk membawa tumbler dari rumah sehingga saat minuman habis bisa diisi ulang. Tidak perlu nyampah plastik atau botol bekas minuman,” katanya.
BACA JUGA:
Dinas P dan K Kota Mojokerto Larang Perundungan di Sekolah
Pihaknya akan monitoring pelaksanaanya di sekolah melalui Dinas P&K dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto.
Kota Mojokerto, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), ada di dalam Forum Kota Sehat ada lokus untuk sekolah juga. Seperti Adiwiyata sehingga semua bisa bergerak bersama-sama. [tin/beq]






