Bojonegoro (beritajatim.com) – Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro rencananya akan start up dan operasi tahun ini. Guna mengecek kesiapan tersebut Wakil Kepala (WaKa) SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman berkunjung ke lokasi, Rabu (20/4/2022).
Dalam kunjungan kali ini, Fatar Yani memberikan pesan kepada seluruh tim di lapangan untuk tetap semangat dalam menyambut pekerjaan gas-in dan gas on stream tahun ini. “Saya harapkan teman-teman di lapangan tetap semangat dan tetap jaga protokol kesehatan, saya yakin dengan semangat kita bersama, mudah-mudahan dapat segera GoS tahun ini” ungkapnya.
Menurut Fatar Yani, commissioning dan start up harus dipastikan siap dan aman. Selain itu, Fatar Yani menyatakan cukup puas dengan tahapan kemajuan yang dilakukan untuk memastikan kesiapan pengoperasian (operational readiness) Gas Processing Facility (GPF) di JTB.
[berita-terkait number=”5″ tag=”SKK Migas”]
“Proyek JTB ini sudah cukup banyak improve dan yang paling membuat saya sangat puas dari hasil diskusi operational readiness ini adalah kesiapan untuk mengoperasikan GPF ini,” ujarnya, Sabtu (23/4/2022).
Dalam kunjungannya yang dilakukan untuk mengecek kesiapan pada tahap startup dan operasi proyek gas JTB yang ditargetkan pada tahun ini, Waka SKK Migas diterima oleh Pjs General Manager Gas JTB Ruby Mulyawan beserta management PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, kunjungan kerja WaKa SKK Migas ini bertujuan
Ruby Mulyawan yang berkesempatan menyampaikan paparan atas kompetensi operator dan operation tools kepada WaKa SKK Migas dan rombongan mengatakan bahwa Timnya bersama mitra kerja lainnya terus berupaya melakukan inovasi agar mampu mengatasi tantangan yang ada guna mensukseskan pekerjaan ini.
Turut hadir dalam kunjungan kerja kali ini antara lain Kepala Unit Percepatan Proyek JTB Waras Budi Santosa, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi, staf dan tim SKK Migas lainnya yang didampingi oleh manajemen PEPC JTB. Selama kunjungan berlangsung peserta tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. [lus/kun]






