Sidoarjo (beritajatim.com) – Kasus penyiraman air keras yang terjadi diakhir tahun lalu yang dilakukan oleh karyawan CV Mentari di Jalan Simowau Sepanjang Taman terhadap kelompok remaja yang sedang balapan sepeda angin, masih menyisakan duka.
Salah satu korban penyiraman air keras yang mengenai wajah Ferdinan Adi P (17 tahun) warga Gang Bina RT 04 Jalan Simowau, Sepanjang Kecamatan Taman, masih belum sembuh. Padahal Ferdinan sudah menjalani 5 kali operasi.
Wakil Bupati Sidoarjo, H. Subandi mengunjungi rumah korban, dengan didampingi oleh Kepala Disnaker, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Camat Taman dan Kepala Puskesmas Taman, serta Waka polsek Taman Kamis (12/8/2021).
Wabup H. Subandi dan rombongan melihat langsung kondisi korban dan sekarang berhenti pengobatannya karena kekurangan biaya. Wabup dan rombongan merasa prihatinan yang mendalam terhadap korban.
Terlebih pihak perusahaan tempat tersangka bekerja, sudah lepas tangan terhadap proses pengobatan korban. “Kalau dari fisiknya korban sehat, namun mengalami trauma pasca operasi terakhir,” kata Wabup Sidoarjo H. Subandi.
Orang tua korban juga telah mengupayakan kelanjutan pengobatan ke perusahaan namun pihak perusahaan susah ditemui hingga saat ini. Perusahaan yang dimaksud dari luar, seperti Gudang saja, ternyata didalamnya ada aktivitas produksi dan mess karyawan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sidoarjo”]
Menyikapi kondisi ini, H. Subandi menginstruksikan kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo untuk segera menangani pengobatan korban. Untuk selanjutnya pengobatan korban dialihkan ke RSUD Sidoarjo hingga pulih kembali, mengingat usia korban masih sangat muda.
“Serahkan saja pada pemerintah dengan kemampuan jenengan yang seperti ini, dimana pemerintah akan selalu peduli terhadap warganya, nanti diikuti saja prosesnya,” jelasnya.

H. Subandi menyebutkan, yang penting ada kemauan, kalau nanti sudah di rumah sakit, nanti penanganannya berbeda dari rumah sakit lain, karena ini Bupati dan Wakil bupati langsung garansinya. “Semoga Ferdinan lekas sembuh,” lanjutnya untuk memotivasi korban.
Mengenai skema pembiayaan pengobatan, H. Subandi menegaskan bahwa semua pembiayaan akan dicover Pemkab Sidoarjo. Dan kami juga sudah memohon kepada orang tuanya untuk segera ditangani karena kondisi lukanya masih memprihatinkan.
Sementara orang tua korban, Irawan, sangat bersyukur dengan kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo ke kediamannya. Kunjungan ini membawa harapan besar untuk kesembuhan putranya yang mengalami luka paling parah diantara korban lainnya. Irawan juga memohon kepada Wakil Bupati untuk meninjau langsung perusahaan tanpa ijin tersebut.
Kepala Desa Sepanjang Hari Purnomo juga mempertegas keterangan orang tua korban, selama ini perusahaan tersebut belum ada ijin ke Desa. “Anak-anak yang dipekerjakan disana dibawa umur berasal dari luar Sidoarjo, dan gajinya tidak standart UMR,” ungkap kades.
Dalam kunjungan tersebut H. Subandi juga menyerahkan bantuan berupa sembako, bahan makanan dan uang tunai untuk akomodasi pengobatan, yang diterima langsung oleh orang tua korban.
Seperti diketahui, Ferdinan termasuk diantara puluhan remaja yang ikut balapam sepeda angin. Karena suasananya dinilai ramai atau berisik, para remaja peserta balapan sepeda angin cek cok dengan para karyawan CV Mentari pabrik samping tempat balapan sepeda angin tanggal 9 Desember 2020.
Dalam percekcokan, ada karyawan CV Mentari yang melakukan penyiraman air keras terhadap para peserta anggota balapan liar sepeda angin. Kasus itu menyeret tiga tersangka karyawan CV Mentari. Yakni Bagus dan dua tersangka lainnya masih di bawah 17 tahun. [isa/but]






