Ngawi (beritajatim.com) – Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap salah seorang pedagang kaki lima (PKL) Alun Alun Ngawi. Salah seorang pedagang yang dianggap memprovokasi itu masih ditanyai motifnya.
‘’Kami masih tanyai motifnya. Tentu kami akan bantu jika memang kami bisa membantu apa saja yang jadi keinginan rekan – rekan PKL Alun – Alun,” terang Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Winaya, Kamis (5/8/2021).
Setelah usai menjalani pemeriksaan, pihaknya turut mempersilakan para PKL untuk bertemu dengan Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko di kantor Pemkab setempat.
Antok, sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko menerangkan kalau kini Pemkab Ngawi tengah mempersiapkan jaringan pengaman sosial untuk para PKL.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ppkm-darurat-ngawi”]
“Ini masih proses validasi. Supaya data yang diajukan oleh masing – masing dinas tidak tumpang tindih. Total ada sekitar 970 yang sudah ada di data pemkab,” terang Antok usai mendengar pendapat para PKL yang unjuk rasa.

Antok menerangkan kalau saat ini pendataan PKL tersebut memang berproses. Mulai pengajuan, verifikasi, dan validasi. Sehingga, berproses sejak lama. Namun, dia menjanjikan kalau bantuan segera turun.
“Tentu pemkab sudah merencanakan untuk memberikan bantuan. Namun memang perlu proses. Rencana kami akan berikan beras untuk warga yang terdampak PPKM,” pungkas Antok. (fiq/ted)






